Juono Prabowo
RSUD Kartini Karanganyar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Perempuan Usia 73 Tahun dengan Penyakit Arteri Perifer Disertai Ulkus DM Muchamad Iqbal Zainury; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM). Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah. Faktor risiko PAD yang telah dikenal mencakup aterosklerosis akibat usia, merokok, dislipidemia, diabetes melitus (DM), dan hipertensi. Prevalensi PAD saat ini di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang, dan 15% terjadi pada populasi di Australia sedangkan PAD dengan keluhan gejala klinis diperkirakan terjadi pada usia di atas 65 tahun. Sebagian besar kasus PAD bersifat asimtomatik. Pada kasus simtomatik, dapat terjadi klaudikasio, critical limb ischemia, atau acute limb ischemia. Beberapa temuan pemeriksaan fisik pada PAD yaitu menghilangnya pulsasi ekstremitas bawah, dapat ditemukan hilangnya rambut, kulit yang mengkilap, dan atrofi otot. Pada beberapa kasus juga ditemukan luka yang sulit membaik atau gangren seperti pada pasien ini. Pemeriksaan penunjang sederhana yang yang dapat dilakukan yaitu ankle-brachial index (ABI), kemudian didukung dengan pemeriksaan magnetic resonance angiography (MRA), digital subtraction angiography (DSA), dan computed tomography angiography (CTA). Telah dilaporkan sebuah kasus peripheral arteri disease disertai ulkus dm pada seorang wanita berusia 73 tahun, yang pada akhirnya dirujuk. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Peritonitis Et Causa Perforasi Gaster: Laporan Kasus Pradipta Harsatyo Kusworo; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akut abdomen adalah suatu kondisi yang membutuhkan perhatian dan perawatan segera. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi, inflamasi, oklusi vaskular, maupun obstruksi. Kondisi ini dapat memicu terjadinya peritonitis, yakni inflamasi pada rongga peritoneum. Data CDC dari National Hospital Ambulatory Medical Care Survey tahun 1999 hingga 2008, melaporkan bahwa 11% kunjungan departemen ruang gawat darurat pada tahun 2008 akibat nyeri perut dan keluhan ini menyumbang 12,5% dari kejadian darurat. Angka kematian mencapai 30% dan angka kesatikan sampaii 50%. Kami melaporkan kasus peritonitis et causa perforasi gaster pada seorang laki-laki 68 tahun di RSUD Karanganyar dengan keluhan nyeri perut disertai kram, mual muntah, sulit BAB selama 3 hari, dan tidak bisa kentut. Pemeriksaan fisik abdomen ditemukan defans muskular, tidak ditemukan bunyi peristaltik, dan nyeri tekan di seluruh lapang perut. Hasil pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi menyimpulkan adanya gambaran subileus disertai tanda-tanda peritonitis. Pasien kemudian mendapatkan penanganan untuk dipuasakan, pemasangan NGT, DC, infus ringer laktat, O2 nasal canul 4 lpm, infus ringer laktat 20 tpm, injeksi metamizole 1 gram/8 jam, injeksi omeprazole 1 ampul/12 jam, injeksi ondancetron 1 ampul/12 jam, dan injeksi ceftriaxone 1 gram/24 jam. Tindakan operatif dilakukan dengan laparotomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perjalanan penyakit, tatalaksana operatif dan hasil akhir.