Milany Harirahmawati
RSUD Kartini Karanganyar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seorang Anak Laki-Laki 43 Tahun dengan Herpes Zoster Oftalmikus N Nurmaulida; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Herpes zoster (shingles zoster) adalah penyakit virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus endogen yang bertahan dalam bentuk laten di dalam neuron ganglion setelah serangan varicella sebelumnya, apabila timbul kelainan pada mata dan kulit di daerah persarafan cabang pertama nervus trigeminus dinamakan Herpes zoster oftalmikus (HZO). Tujuan: Artikel ini menyajikan kasus Herpes Zoster Oftalmikus yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis, memberikan penatalaksanaan yang sesuai dan mempertimbangkan potenis risiko terjadinya Herpes Zoster Oftalmikus. Metode: Artikel ini merupakan laporan kasus tentang seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke poliklinik RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan nyeri dan panas pada wajah kanan atas. Hasil: Pemeriksaan dermatologis menunjukkan adanya lesi vesikel multiple dengan dasar eritem pada wajah kanan atas terutama bagian mata. Pendekatan pengobatan utama adalah terapi sistemik seperti penggunaan antibiotik, analgetik, salep kortikosteroid. Kesimpulan: Diagnosis Herpes Zoster Oftalmikus pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik. Edukasi faktor risiko dan pemilihan obat sesuai keluhan merupakan kunci keberhasilan terapi pada pasien Herpes Zoster Oftalmikus.
Seorang Anak 2 Tahun dengan Iktiosis Lamelar Anisa Anggraeny; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kejadian iktiosis lamelar pada anak jarang terjadi. Prevalensi global iktiosis lamelar adalah 1 kasus per 300.000 kelahiran. Tujuan: Kasus ini menyajikan iktiosis lamelar pada anak, yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis, memberikan penatalaksanaan yang sesuai, dan mempertimbangkan potensi risiko terjadinya iktiosis lamelar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian laporan kasus. Adapun pemilihan pasien berdasarkan kasus yang didapatkan dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kabupaten Karanganyar dan difollow up sebanyak 3 kali setiap kontrol. Hasil: Pemeriksaan dermatologis seluruh tubuh menunjukkan sisik hiperpigmentasi eritematosa sebagian, beberapa sisik berbatas jelas, dan beberapa plak menyatu. Pada kasus pasien ini, terapi yang diberikan terdapat perbaikan klinis yang terlihat dengan penggunaan pelembab emolien berupa vaseline dan klobetasol propionate serta cetirizine sirup, dan pedimin drop. Kesimpulan: Diagnosis iktiosis lamelar pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik . Edukasi faktor risiko dan pemilihan obat sesuai keluhan merupakan kunci keberhasilan terapi pada pasien iktiosis lamelar.
Laki-Laki Usia 46 Tahun dengan Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), Sifilis Laten Lanjut, dan HIV Meidina Putri Pitaloka; Milany Harirahmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sifilis mempunyai sifat perjalanan penyakit yang kronik, dapat menyerang semua organ tubuh, menyerupai berbagai penyakit (great imitator disease), memiliki masa laten yang asimtomatik, dapat kambuh kembali, dan dapat ditularkan dari ibu ke janin yang menyebabkan sifilis kongenital. Diagnosis sifilis harus selalu didukung hasil laboratorium yang sesuai dengan tetap mengacu hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan serologi sering untuk diagnosis, skrining, dan memantau respons terapi. Sifilis dapat disembuhkan pada tahap awal infeksi, tetapi apabila tidak mendapat pengobatan adekuat dapat menjadi infeksi sistemik dan berlanjut ke fase laten. Laki-Laki Usia 46 Tahun dengan Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), Sifilis Laten Lanjut, dan HIV. Tatalaksana yang diberikan O2 5 lpm, Infus RL 20 tpm, Inj Ceftriaxone 2gr/24 jam, Solvinex 1 amp/8 jam, paracetamol 3x500mg, DST lini II, TLD 1x1 (pagi), Inj Benzatin B Penisilin 2,4 IU IM single dose (1x/seminggu sampai 3x pemberian), Inj Vit C 1gr/24jam, Itrakonazole tab 2x100mg, Nystatin drop 3xC1, CTM 3x2 tab. Sifilis merupakan infeksi menular seksual disebabkan oleh Treponema pallidum sub spesies pallidum. Manifestasi klinis tergantung stadium primer, sekunder, laten, atau tersier. Terapi sifilis berdasarkan pada stadium klinis.