Dony Hartanto
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tatalaksana Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benigna: Laporan Kasus Hilda Zaniba Ariffah; Dony Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan suatu kondisi infeksi/inflamasi kronik mukoperiosteum dan jaringan tulang telinga tengah yang ditandai dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari liang telinga lebih dari 2 bulan. Terdapat dua tipe OMSK, yaitu OMSK tipe benigna (tanpa kolesteatoma) dan tipe maligna (dengan kolesteatoma). Diagnosis OMSK ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik. Dua jenis klasifikasi yang sering digunakan yaitu OMSK tipe benigna dan tipe maligna, dan berdasarkan aktivitas sekret yang keluar (OMSK aktif dan OMSK tenang). Penatalaksanaan tuli mendadak meliputi terapi konservatif dengan beberapa medikamentosa tergantung dari tipe OMSK dan komplikasi yang menyertai. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memberikan gambaran pemahaman yang komprehensif mengenai penatalaksanaan OMSK. Laporan kasus: seorang wanita usia 54 tahun datang dengan keluhan keluar cairan dari telinga kanan sejak 1 bulan yang lalu. Cairan yang keluar berwarna kuning kental, tidak berbau, dan tidak disertai rasa gatal. Pasien mengaku sebelumnya sering mengorek telinga. Pada status present dan status generalis dalam batas normal. Pada telinga kanan ditemukan sekret mukopurulen. Pada membran timpani kanan tampak perforasi pada bagian sentral regio postero superior. Tatalaksana yang diberikan berupa pembersihan liang telinga, antibiotik topikal dan sistemik.
Studi Kasus: Tumor Nasofaring pada Pria 59 Tahun dengan Dugaan Kanker Nasofaring Nurhasyanah Fatmasari; Dony Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah kanker sel skuamosa yang berasal dari epitel permukaan nasofaring, dengan perkembangan yang umumnya terjadi di sekitar ostium tuba Eustachius pada dinding lateral nasofaring. Di Indonesia, KNF merupakan jenis kanker kepala leher yang paling sering, menyumbang 28% dari seluruh kanker THT-KL. Berdasarkan data GLOBOCAN 2012, insidens KNF di Indonesia tercatat 5,6 per 100.000 penduduk per tahun, dengan prevalensi tertinggi pada usia 40-50 tahun dan rasio pria dan wanita 2,3:1. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada tiga klasifikasi histologi kanker nasofaring yang perlu diperhatikan.Tujuan dar laporan kasus ini adalah untuk menilai karakteristik klinis pasien dengan karsinoma nasofaring. Laporan Kasus: Seorang pria berusia 59 tahun datang ke poli dengan keluhan dahak bercampur darah selama dua bulan, disertai sakit kepala, penurunan pendengaran pada telinga kanan, dan benjolan nyeri di leher. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan limfadenopati pada sisi kanan dan kiri serta hipertrofi konkha pada kedua sisi. Pemeriksaan endoskopi hidung menunjukkan adanya massa tumor pada fossa Rosenmüller bilateral. Untuk memastikan diagnosis, direncanakan pemeriksaan lanjutan berupa biopsi massa tumor nasofaring. Langkah ini penting untuk menentukan apakah massa tersebut merupakan karsinoma nasofaring, sehingga dapat diberikan tatalaksana yang tepat berdasarkan hasil diagnosis yang akurat.