Rafif Ryandra Izdhihar
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kateterisasi Pigtail sebagai Tatalaksana Efusi Pleura Rekurens pada Kanker Payudara Stadium Lanjut: Laporan Kasus Rafif Ryandra Izdhihar; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura rekurens akibat metastasis kanker payudara merupakan komplikasi yang sering terjadi pada stadium lanjut dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan yang tidak optimal dapat menyebabkan gejala persisten dan kebutuhan pungsi berulang. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan peran pemasangan kateter pigtail sebagai intervensi minimal invasif pada efusi pleura rekurens akibat metastasis karsinoma mammae. Dilaporkan seorang wanita berusia 47 tahun dengan karsinoma mammae sinistra pasca-mastektomi total dan kemoterapi yang datang dengan keluhan sesak napas berat. Pasien memiliki riwayat pungsi pleura dan kateterisasi berulang dalam satu bulan terakhir dengan perbaikan klinis minimal. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik, foto toraks, pemeriksaan darah, dan CT scan toraks yang memperlihatkan efusi pleura sinistra, metastasis pulmonal, dan limfadenopati mediastinum. Pemasangan kateter pigtail berhasil mengeluarkan cairan pleura serohemoragik sebanyak 750 mL dengan perbaikan klinis dan tanda vital yang signifikan. Selama perawatan, tidak ditemukan komplikasi terkait prosedur. Kateter pigtail merupakan pilihan intervensi minimal invasif yang efektif dalam mengurangi gejala, meminimalkan pungsi berulang, dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan efusi pleura akibat metastasis kanker payudara.
Hubungan antara Hipertensi dan Kadar HbA1c dengan Kejadian Amputasi Ekstremitas Bawah pada Pasien Ulkus Diabetikum Rafif Ryandra Izdhihar; Safari Wahyu Jatmiko
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i2.22317

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis dari diabetes mellitus (DM). Hipertensi dan kadar HbA1c menjadi faktor dari progresivitas penyakit ini dengan risiko amputasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum dengan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan case-control. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 116 subjek yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data sekunder berupa rekam medis pasien ulkus diabetikum dari RSUD Kota Madiun periode Januari 2022 hingga Juli 2023 digunakan. Hasilnya, pasien ulkus diabetikum dalam penelitian ini mayoritas berusia lanjut (96, 82.8%), perempuan (72, 62.1%), tidak menderita hipertensi (65, 56%), dan kadar HbA1c tidak terkontrol (79, 68.1%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.04 (OR=2.181) dan kadar HbA1c terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.01 (OR=2.904). Analisis regresi logistik menunjukkan nilai p=0.098 (OR=1.919) pada hipertensi dan nilai p=0.018 (OR=2.769) pada kadar HbA1c. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum.