Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis dari diabetes mellitus (DM). Hipertensi dan kadar HbA1c menjadi faktor dari progresivitas penyakit ini dengan risiko amputasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum dengan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan case-control. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 116 subjek yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data sekunder berupa rekam medis pasien ulkus diabetikum dari RSUD Kota Madiun periode Januari 2022 hingga Juli 2023 digunakan. Hasilnya, pasien ulkus diabetikum dalam penelitian ini mayoritas berusia lanjut (96, 82.8%), perempuan (72, 62.1%), tidak menderita hipertensi (65, 56%), dan kadar HbA1c tidak terkontrol (79, 68.1%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.04 (OR=2.181) dan kadar HbA1c terhadap amputasi ekstremitas bawah dengan nilai p=0.01 (OR=2.904). Analisis regresi logistik menunjukkan nilai p=0.098 (OR=1.919) pada hipertensi dan nilai p=0.018 (OR=2.769) pada kadar HbA1c. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dan kadar HbA1c dengan kejadian amputasi ekstremitas bawah pada pasien ulkus diabetikum.