Riza Mazidu Solihin
RSUD dr. Harjono Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kasus Vesikolitiasis Besar dengan Fistel Suprapubik dan Hidronefrosis Bilateral pada Pasien Usia 78 Tahun Daffa Fahrudi Syihab; Riza Mazidu Solihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vesikolitiasis merupakan salah satu penyakit batu saluran kemih yang masih sering ditemukan di negara berkembang, terutama pada laki-laki usia lanjut. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berat seperti infeksi, hidronefrosis, hingga penyakit ginjal kronis apabila tidak terdiagnosis dan tertangani secara adekuat. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan manifestasi klinis, temuan diagnostik, dan komplikasi vesikolitiasis berukuran besar pada pasien geriatri. Laporan kasus ini menyajikan seorang laki-laki berusia 78 tahun yang datang dengan keluhan benjolan nyeri di daerah suprapubik disertai nanah, disuria, dan rasa terbakar saat berkemih. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta pemeriksaan pemeriksaan berupa ultrasonografi, foto polos perut, dan foto toraks. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa keras di regio suprapubik dengan tanda inflamasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia, leukositosis, serta peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Ultrasonografi dan foto polos perut menunjukkan batu buli-buli berukuran besar disertai hidronefrosis bilateral berat dan sludge vesika urinaria. Pasien didiagnosis vesikolitiasis dengan komplikasi retensi urin, abses suprapubik, hidronefrosis bilateral, dan penyakit ginjal kronik. Vesikolitiasis yang terlambat terdiagnosis dapat berkembang menjadi kondisi serius dengan komplikasi multi-organ, terutama gangguan fungsi ginjal. Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal permanen, khususnya pada pasien usia lanjut.