Muh Taufan
Universitas Tomakaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mediasi dalam Mewujudkan Perdamaian Sengketa Rumah Tangga: Studi Yuridis Empiris di Pengadilan Agama Mamuju Muh Taufan; Irvan Ravi Rowa
Journal of Sharia, Law, and Economics Vol 1 No 1 (2025): studies involving Sharia, law, and Islamic economics within the context of contem
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Tomakaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi dalam penyelesaian sengketa rumah tangga di Pengadilan Agama Mamuju serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas mediasi dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan sesuai dengan ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016. pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim mediator dan pihak berperkara, observasi terhadap pelaksanaan mediasi, serta studi dokumentasi terhadap arsip perkara dan regulasi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan penerapan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama Mamuju secara normatif telah sesuai dengan PERMA No. 1 Tahun 2016. Namun, efektivitas mediasi dalam mencapai perdamaian yang berkelanjutan masih relatif terbatas. Mediasi lebih berperan dalam membuka komunikasi dan mereduksi ketegangan dibandingkan mempertahankan keutuhan rumah tangga. Faktor penentu efektivitas mediasi meliputi kompetensi mediator, kesiapan psikologis para pihak, tingkat eskalasi konflik, serta persepsi mediasi sebagai formalitas prosedural.Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan analisis normatif dan temuan empiris lapangan untuk mengungkap peran faktor psikososial dan struktural dalam praktik mediasi, sehingga memperkaya kajian mediasi sengketa rumah tangga dalam konteks pengadilan agama di Indonesia.
Nabi sebagai Pemimpin Spiritual dan Sosial dalam Resolusi Konflik dengan Bani Nadir di Madinah Muh Taufan; Muhammad Rifai Taha
Journal of Sharia, Law, and Economics Vol 1 No 1 (2026): studies involving Sharia, law, and Islamic economics within the context of contem
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Tomakaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madinah, sebagai kota dengan penduduk multikultural yang beragam, seringkali mengalami kompleksitas akibat perbedaan etnis, budaya, politik sosial-keagamaan, dan ekonomi. Kota ini dihuni oleh berbagai kelompok etnis dengan asal dan tradisi yang berbeda. Untuk membangun koeksistensi yang aman dan damai di antara kelompok-kelompok yang beragam ini, kehadiran Nabi Muhammad sangatlah penting. Dia memperkenalkan Piagam Madinah, sebuah dokumen yang bertujuan untuk membina kerukunan dan toleransi di antara kelompok Islam, suku Arab non- Muslim, dan bahkan komunitas Yahudi. Namun, terlepas dari upaya untuk menjaga perdamaian, serangkaian insiden yang melibatkan pengkhianatan dan percobaan pembunuhan terhadap Nabi menghambat jalan rekonsiliasi. Menyadari ancaman yang akan segera terjadi, Nabi mengutus Muhammad bin Maslamah untuk memberi tahu Bani Nadir tentang keputusannya mempersiapkan konfrontasi defensif. Ini menandai dimulainya pengusiran Bani Nadir dari Madinah, karena tindakan mereka merusak amanah dan membahayakan perdamaian di dalam kota. Umat Islam tidak punya pilihan selain mempertahankan diri dan melindungi stabilitas dan keamanan Madinah