Yuthika Dhia Shafiyya
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan serta Pemanfaatan Kulit Buah dalam Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Produk Ramah Lingkungan di Kelurahan Sukarame Baru Salma Rizky Annisa; Adinda Fajar Rahmadani; Bagas Aulia Rahman; Rizqi Aliffitra; Dhiyas Ramadani; Yuthika Dhia Shafiyya; Salsa Pebiola; Dwi Nugroho
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/gzwdy042

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki karakteristik sosial beragam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Sukarame Baru, Kota Bandar Lampung, dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi Eco-enzyme sebagai produk ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Januari 2026 sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 1 Universitas Lampung 2026. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang terintegrasi dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik, demonstrasi pembuatan Eco-enzyme secara langsung, serta pendampingan praktik mandiri oleh mahasiswa KKN. Bahan yang digunakan meliputi kulit buah, sisa sayuran, molase, air bersih, dan botol plastik bekas sebagai wadah fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai guna limbah organik, yang tercermin dari antusiasme warga selama diskusi dan kemampuan peserta mempraktikkan pembuatan Eco-enzyme secara mandiri. Eco-enzyme yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, dan pengurang bau sampah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan di tingkat masyarakat perkotaan.