Yulia Erika
Zech Vet Care, Jl Aru Indah Mulya, Kubu Dalam Parak Kerakah, Padang Timur. Padang.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi gigitan lintah pada fokal nekrosis pascabedah fraktur antebrachii pada kucing lokal Yulia Erika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.3.41-42

Abstract

Antebrachium adalah bagian lengan di antara sendi siku dan pergelangan yang tersusun atas tulang radius dan ulna dengan resiko fraktur tergolong tinggi akibat kecelakaan. Tulisan ini melaporkan terapi lintah pada kejadian fraktur antebrachii pada kucing lokal berusia 2 tahun dan mengalami vulnus jaringan sianosis dan fokal nekrosis di regio carpal-digital. Diagnosa fraktur dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan radiografi pada antebrachi. Terapi fiksasi tulang radius dan ulna menggunakan pin dan pelat baja melalui tindakan bedah open reduction internal fixation. Kombinasi pengobatan sistemik diberikan secara injeksi dan oral selama 2 minggu pascabedah ortopedik. Terapi menggunakan gigitan lintah sebanyak 2 ekor/hari yang dilakukan berhasil memperbaiki vaskularisasi jaringan regio carpal-digital yang nekrosis. Terapi menggunakan lintah memperlihatkan perbaikan jaringan yang signifikan setelah 4 hari, bengkak berkurang dan eksudat mengering. Progres persembuhan jaringan kulit dan luka berlangsung dengan baik dan lebih cepat setelah 2 bulan terapi gigitan lintah.
Perineal urethrostomy pada kasus trabekulasi kandung kemih di kucing jantan Yulia Erika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.21-22

Abstract

Perineal urethrostomy merupakan tindakan bedah yang dilakukan pada hewan jantan untuk mencegah terjadinya obstruksi berulang di saluran uretra atau pada kasus penyumbatan yang tidak dapat diatasi dengan pemasangan kateter. Tulisan ini melaporkan penanganan kasus trabekulasi kandung kemih pada 2 ekor kucing jantan berusia 7 (A) dan 2 (B) tahun dengan gangguan kesulitan urinasi. Tingkat stress dalam sebulan terakhir pada kedua kucing terjadi akibat perundungan kucing lain yang memperburuk keadaan. Urin kateter dipasang selama 3 hari, akan tetapi kucing kembali mengalami kesulitan urinasi pascakateter dilepas. Kateterisasi kemudian dilanjutkan untuk 5 hari berikutnya pada kucing A, sementara kucing B masih menunjukkan reaksi merejan selama pemasangan kateter. Kucing diagnosa mengalami trabekulasi pada dinding kandung kemih berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan ultrasonografi. Perineal urethrostomy dilakukan dan kombinasi pengobatan sistemik diberikan pasca bedah untuk mengurangi peradangan pada dinding kandung kemih. Kucing sudah dapat makan, minum dan grooming secara mandiri 2 hari pascabedah.
Surgical repair of a rectocutaneous fistula in a cat with skin avulsion wound Yulia Erika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.49-50

Abstract

Fistula rektokutan jarang terjadi pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus fistula rektokutan akibat luka avulsi kulit di daerah anus dorsolateral dextra pada kucing lokal. Tiga hari setelah trauma, ditemukan luka terbuka di daerah ekor ventral dan terkena flowpot di daerah panggul dan kaki belakang. Kucing tersebut didiagnosis menderita fistula rektokutan berdasarkan pemeriksaan fisik dan observasi, dimana ditemukan feses yang keluar dari daerah vulnus saat defekasi. Terapi fistula dilakukan dengan operasi flap kulit pada vulnus avulsi dan pengobatan sistemik selama penyembuhan selama tujuh hari. Penyembuhan luka kulit juga meningkat, dan bulu di daerah ekor ventral tumbuh lebih baik dua bulan setelah operasi.