Rahmadia sary
Veterinary Teaching Hospital, UniversitasVeterinary Teaching Hospital, Universitas Negeri Padang, Padang, West Sumatera, Indonesia Negeri Padang, Padang, West Sumatera, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Disfungsi multiorgan pada anjing geriatrik dengan gagal jantung kongestif yang diperumit oleh penyakit ginjal kronis dan enteritis uremik. Widia Safitri; Rahmadia sary; Regina Primayani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 10 No. 1 (2026): ARSHI Veterinary Letters - February 2026
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.10.1.9-10

Abstract

Gagal jantung kongestif (CHF) pada anjing geriatrik dapat berkembang menjadi disfungsi multi-organ, terutama memengaruhi sistem ginjal dan gastrointestinal. Seekor anjing Golden Retriever jantan berusia 12 tahun menunjukkan gejala sesak napas progresif, batuk malam hari, muntah, diare, dan kelemahan. Pemeriksaan klinis menunjukkan sesak napas berat dengan sianosis ringan. Hematologi menunjukkan anemia ringan, leukositosis, dan trombositosis, sedangkan biokimia menunjukkan azotemia berat (urea 238,9 mg/dL; kreatinin 14,85 mg/dL), yang mengindikasikan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Radiografi toraks menunjukkan kardiomegali dengan edema paru, dan radiografi abdomen menunjukkan distensi gas usus, yang mengindikasikan enteritis uremik. Pasien menerima perawatan suportif, termasuk cairan IV, oksigen, antibiotik, dan agen gastroprotektif. Meskipun pernapasan membaik, perdarahan gastrointestinal tetap ada. Diagnosisnya adalah gagal jantung kongestif sisi kiri dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut dan enteritis uremik. Prognosisnya buruk. Pasien dirawat dengan terapi suportif selama empat hari yang terdiri dari infus Ringer laktat intravena dosis rendah, antibiotik, gastroprotektan, suplementasi vitamin B kompleks, dan terapi oksigen.