Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan abad ke-21 dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika masih rendah. Keterbatasan dalam memberikan soal HOTS mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terintegrasi Experiential Learning terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS matematika kelas IV di SDN 1 Terong Tawah. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV di SDN 1 Terong Tawah sebanyak 39 siswa. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah Nonprobability Sampling tipe sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan memecahkan soal HOTS matematika. Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan uji Independent Sample T-test dengan ketentuan jika nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak begitu juga sebaliknya jika nilai sig. (2-tailed) ≥ 0,05 maka Ha ditolak Ho diterima. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-test, diperoleh nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0,035 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Rata-rata hasil pre-test pemecahan soal HOTS siswa sebesar 13,00 kemudian setelah diberikan tindakan rata-rata hasil post-test siswa meningkat menjadi 55,47. Rata-rata gain skor antara pre-test dan post-test sebesar 0,48 yang masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Problem Based Learning terintegrasi Experiential Learning terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS Matematika kelas IV di SDN 1 Terong Tawah.