Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Jombor 02 dan SD Negeri Kenep 03. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience mampu menciptakan pembelajaran IPA yang lebih kontekstual, bermakna, dan aktif. Implementasi pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan konsep-konsep IPA dengan budaya serta potensi lingkungan sekitar siswa, sehingga siswa lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata. Proses pembelajaran mendorong siswa untuk mengamati, menanya, menyelidiki, berdiskusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan fenomena lokal yang ditemukan di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan pemahaman konsep IPA, pendekatan ini juga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, kerja sama, serta kepedulian terhadap kearifan lokal dan lingkungan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kesiapan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Ethnoscience. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience efektif mendukung pembelajaran IPA SD yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan karakter serta pemahaman konsep siswa. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Guided Inquiry, Ethnoscience, Pembelajaran IPA, Sekolah Dasar