Raflie Ahmad Nasrullah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KESULITAN MEMBACA INTENSIF DAN PERILAKU MEMBACA PADA SISWA KELAS 7 SMP: STUDI KUALITATIF Azzahra Khayla Safira Adya Putri; Rahma Izza Azizah; Fela Sintia Rahayu; Raflie Ahmad Nasrullah; Trinil Dwi Turistiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51309

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab kesulitan dalam membaca intensif pada siswa kelas VII di MTs. Raden Rahmat Surabaya. Masalah yang terdeteksi adalah ketidakmampuan siswa untuk sepenuhnya memahami teks bacaan meskipun terlibat dalam kegiatan membaca selama pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru bahasa Indonesia, Waka kurikulum dan siswa kelas VII. Pengolahan data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara validitas dijaga melalui triangulasi sumber. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kesulitan siswa dalam membaca intensif dipengaruhi oleh berbagai faktor: keterbatasan kosakata, motivasi membaca yang rendah, kecenderungan untuk menghafal daripada memahami teks, kebiasaan literasi digital yang tidak produktif, serta dukungan keluarga yang kurang. Dari berbagai faktor tersebut, keterbatasan kosakata menjadi penghalang paling signifikan, karena siswa sering menemukan kosakata yang tidak dipahami sehingga menghambat pemahaman teks secara menyeluruh. Di samping itu, minimnya motivasi dan gangguan dari media digital mengurangi konsentrasi serta minat siswa dalam membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan dalam membaca intensif disebabkan oleh gabungan dari faktor linguistik, kognitif, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa sangat penting untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca melalui pengayaan kosakata, pengembangan kebiasaan membaca, dan program literasi yang mendukung.