Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri 1 Talang Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa SD Negeri 1 Talang. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran berbasis deep learning dilakukan secara sistematis melalui penyusunan modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, serta kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif; (2) pelaksanaan pendekatan deep learning berjalan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, pemecahan masalah, dan refleksi; (3) hasil belajar menunjukkan kemajuan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan (4) hambatan meliputi perbedaan kemampuan siswa, rendahnya keaktifan, keterbatasan waktu, serta kebiasaan menghafal, yang diatasi melalui pendekatan individual, contoh konkret, suasana belajar nyaman, dan pengelolaan waktu. Pendekatan deep learning berkontribusi positif terhadap kemajuan hasil belajar siswa di sekolah dasar. Kata Kunci: deep learning, hasil belajar, sekolah dasar, penelitian kualitatif, pendekatan pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri 1 Talang Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa SD Negeri 1 Talang. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran berbasis deep learning dilakukan secara sistematis melalui penyusunan modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, serta kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif; (2) pelaksanaan pendekatan deep learning berjalan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, pemecahan masalah, dan refleksi; (3) hasil belajar menunjukkan kemajuan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan (4) hambatan meliputi perbedaan kemampuan siswa, rendahnya keaktifan, keterbatasan waktu, serta kebiasaan menghafal, yang diatasi melalui pendekatan individual, contoh konkret, suasana belajar nyaman, dan pengelolaan waktu. Pendekatan deep learning berkontribusi positif terhadap kemajuan hasil belajar siswa di sekolah dasar.