Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola akses dan kebiasaan membaca siswa. Kehadiran buku digital menawarkan kemudahan dalam memperoleh berbagai sumber bacaan, sementara buku fisik tetap dipertahankan sebagai media yang memberikan kenyamanan dalam proses membaca. Perbedaan karakteristik kedua media tersebut menimbulkan kecenderungan preferensi yang beragam di kalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat membaca siswa SMA terhadap buku fisik dan buku digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan mereka dalam menggunakan kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara terhadap siswa SMA/SMK. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku digital lebih sering digunakan karena mudah diakses, praktis, dan memungkinkan siswa memperoleh berbagai bacaan melalui satu perangkat. Meskipun demikian, buku fisik masih menjadi pilihan utama sebagian besar responden karena dinilai mampu meningkatkan konsentrasi, memberikan kenyamanan saat membaca, serta membantu pemahaman isi bacaan secara lebih mendalam. Penggunaan buku digital juga menghadapi sejumlah kendala, antara lain gangguan notifikasi, distraksi dari aplikasi lain dan kelelahan mata akibat penggunaan layar dalam jangka waktu yang lama. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa preferensi media membaca tidak hanya dipengaruhi oleh kemudahan akses, tetapi juga oleh faktor kenyamanan, fokus, dan pengalaman membaca yang diperoleh siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku fisik dan buku digital memiliki keunggulan yang saling melengkapi dalam mendukung aktivitas membaca. Integrasi kedua media secara seimbang dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi di kalangan siswa SMA.