Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

KAJIAN KONDISI PERSAMPAHAN DAN RENCANA PENANGANANNYA DI KAWASAN PADAT PENDUDUK KELURAHAN TALANG BUBUK PLAJU PALEMBANG delli noviarti; Deni Harison
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.522 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.84

Abstract

Kondisi kawasan padat penduduk merupakan permasalahan yang sering timbul di perkotaan. Salah satu permasalahan yang sering timbul adalah masalah persampahan. Banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan tersebut dan terbatasnya lahan menyebabkan timbulan sampah tidak teratasi dengan baik. Pada akhirnya hal ini harus segera ditangani oleh pemerintah. Sebelum melakukan penanganann, ada baiknya untuk mendakan studi pendahuluan dengan cara menanyakan secara langsung dan observasi secara langsung kepada masyarakat melalui kuisioner. Pada kuisioner ini akan ditanyakan mengenai permasalahan yang sebenarnya terjadi di lokasi kawasan padat penduduk mengani timbulan pesampahan. Inovasi baru dalam penggunaan tempat sampah rumah tangga juga sangat diperlukan. Oleh karena itu penulis memasukan mengenai tempat sampah komposter untuk sampah organik di dalam kuisioner, yang dapat menjadikan sampah organik sebagai pupuk dan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Kata Kunci: Kawasan padat penduduk, persampahan, komposter.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK (STUDI KASUS PADA KELURAHAN KERTAPATI PALEMBANG) delli noviarti; Chairil chairil
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.674 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.97

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kepadatan serta pertumbuhan penduduk yang terpusat di perkotaan menyebabkan aktivitas di kawasan ini menjadi semakin tinggi. Hal ini akan menyebabkan peluang terjadinya kebakaran di kawasan perkotaan menjadi lebih besar. Peningkatan pertumbuhan penduduk juga menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan permukiman. Tingginya permintaan permukiman oleh masyarakat di perkotaan yang tidak diimbangi dengan perencanaan dan penyediaan lahan permukiman yang layak, menjadikan masyarakat terpaksa menempati kawasan yang rentan terhadap bencana kebakaran sebagai tempat tinggal mereka. Bahaya akan kebakaran merupakan bahaya yang paling sering terjadi di lokasi kawasan padat penduduk. Kelurahan Kertapati terletak di Kecamatan Kertapati, merupakan salah satu kawasan wilayah padat penduduk, di mana sering terjadi kejadian kebakaran. Walaupun posisi permukimanannya terletak di tepi sungai Musi, namun apabila terjadi kebakaran akan sangat lambat usaha untuk mematikan apinya. Hal ini karena permukiman yang sangat padat, sehingga sulit untuk mobil damkar memasuki wilayah tersebut. Oleh karena itu diperlukan langkah – langkah penanganan lain secara prepentif. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner dan pengamatan serta analisa di lapangan, maka dibutuhkan sejumlah Rp. 1.069.910.000,- untuk penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk kelurahan Kertapati khususnya di RW 06 dan RW.07. Juga diperlukan sosialisasi mengenai pencegahan dan penangan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci : Kawasan padat penduduk, kebakaran, penganan.
ANALISIS PEMILIHAN PERUMAHAN SEDERHANA BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (Studi Kasus Perumahan Di Kecamatan Sematang Borang-Sako Palembang) delli noviarti; Muhammad Muhammad Farouk
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.936 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.101

Abstract

Rumah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dan termasuk pada kebutuhan pokok atau primer. Pemilihan rumah tinggal tentu sangat penting karena kemungkinan sebagian besar orang akan menempatinya dalam jangka waktu yang panjang. Umumnya ada 4 hal yang sangat penting dalam pemilihan suatu perumahan, yaitu masalah harga rumah, lokasi rumah terhadap sarana umum, type rumah, dan kondisi lingkungan. Keempat pertimbangan di atas merupakan hal yang paling sering dinilai konsumen calon pembeli perumahan dalam membeli perumahan. Ada beberapa cara penilaian dari bebrapa kriteria, salah satunya adalah dengan cara perhitungan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dimana semua hal dinilai berdasarakan normalisasi matriks yang digunakan dalam perhitungannya. Setiap calon konsumen akan dibagikan kuisioner, dimana calon pembeli yang berperan sebagai resonden akan memberikan penilaian mengenai pembandingan antrara nilai perumahan satu dengan perumahan yang lain yang berdekatan. Ketiga komplek perumahan yang dijadikan penelitian adalah perumahan dengan harga ekonomis yang diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) atau di bawah UMR kota Palembang. Kata Kunci : Perumahan, AHP, MBR.
ANALISA PENAMBAHAN ZAT ADIKTIF SUPERPLACITIZER DAN SERAT STEEL FIBER TERHADAP MUTU BETON K. 300 DALAM 7 HARI Delli Noviarti; Muslimin Muslimin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.854 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.136

Abstract

Beton merupakan elemen yang sangat penting pada dunia konstruksi. Peningkatan kekuatan beton sangat diperlukan untuk dapat digunakan sesuai dengan keperluan konstruksi. Untuk itu beton harus ditambahkan material – material yang dapat mendukung peningkatan kekuatan tersebut, diantaranya adalah superplastisizer dan serat steel fibre. Metode penelitian ini dilakukan dengan menguji beton yang telah ditambahkan superplaticizer dan serat steel fibre. Benda uji yang disiapkan adalah sebanyak 27 buah, ditambah 3 buah beton normal. Benda uji yang dibuat berupa kubus. Berdasarkan pengujian lab yang telah dilaksanakan, didapatkan nilai maksimum dari uji kuat tekan beton ada pada campuran beton normal + 3% dan 30 kg serat steel fiber yang mencapai 309,0 kg/cm² . Sebaiknya penggunaan zat adkitif superplacitizer harus mengurangi penggunaan air sebagaimana yang telah direncanakan agar tidak terjadi penurunan kuat tekan beton maksimum. Kata kunci: Superplastisizer, Serat steel fibre, Beton K-300
ANALISA PERHITUNGAN BREAK EVEN POINT (BEP) UNTUK PERUMAHAN GRAHA BUMI ENIM DI KOTA MUARA ENIM SUMATERA SELATAN Delli Noviarti Rachman
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.796 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.44

Abstract

Kebutuhan akan rumah merupakan kebutuhan dasar manusia. Karena sangat pentingnya pemenuhan kebutuhan akan perumahan dan permukiman, maka pemerintah telah mengaturnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2014 tentang Pembinaan Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi biaya yang diperhitungkan kemudian didapatkan titik impas serta keuntungan 2 tipe rumah dengan mengambil data pada Perumahan Bumi Graha Enim di Kota Muara Enim. Dari hasil analisa break even point dengan 3 metode perhitungan yang berbeda, didapatkan hasil untuk rumah tipe 36 mencapai titik impas pada Rp. Rp. 4.278.928.172,- (36 Unit) dan Tipe 38+ sebesar Rp.2.840.692.373 (18 unit). Berdasarkan hasil analisa break even point, maka diperoleh margin of safety nya berada pada posisi 64,00%, yang artinya developer pasti mendapatkan keuntungan walaupun waktu penjualannya cukup lama. Hasil penelitian menunjukan bahwa membangun rumah dengan tipe 36, developer akan mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dibandingkan dengan membangun rumah dengan tipe 38+. Kata kunci : Break Even Point, Margin of Safety, Developer.
Analisa Kelayakan Ekonomi Proyek Pembangunan IPAL Kota Palembang ( Studi Kasus Pada Jalan RE Martadinata Kelurahan II Ilir ) Osfaldo Osfaldo; delli noviarti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.045 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.165

Abstract

Pemerintah telah melaksanakan pembangunan jaringan IPAL untuk membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat Kota Palembang. IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah merupakan suatu sistem untuk mengolah air limbah (domestik maupun industri) yang dilakukan secara terpusat sehingga ketika dibuang ke lingkungan sudah tidak mencemari lagi. Berdasarkan survey, wawancara dan analisis yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa dampak dari pembuangan limbah cair domistik di lingkungan masyarakat kelurahan 2 Ilir ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan, serta banyak meinimbulkan kerugian, terutama dapat menyebabkan banjir pada setiap datangnya hujan, menyebabkan kerusakan infrstruktur jalan, rumah penduduk beserta isinya, serta bahaya pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan analisa perhitungan maka diperoleh nilai BCR > 1 pada tahun 2030 atau 10 tahun dari sekarang, NPV > 0 juga pada tahun 2030 atau 10 tahun dari sekarang. Maka dapat disimpulkan bahwa life time nya bisa untuk 10 tahun. Juga didapat nilai IRR 9,88 % di atas suku bunga 8%, sehingga proyek ini memang layak untuk dilaksanakan. Tujuan proyek ini kedepannya untuk mengelola air limbah sehingga dapat digunakan kembali (reuse), maka tentu benefit yang akan didapatkan ke depannya akan lebih banyak. Kata Kunci: IPAL, Kelurahan II Ilir, Kelayakan ekonomi
ANALISA PERHITUNGAN STABILITAS DAYA DUKUNG PADA PROYEK PENGENDALIAN BANJIR DI KOTA PALEMBANG Muhammad Prasetian Idha; Ahmad Hidayat; delli noviarti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.248

Abstract

Sungai merupakan aliran air terbuka yang memiliki muka air bebas dan mengalir dari hulu menuju hilir. Pada setiap sungai memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda. Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang sangat dinamis, perubahannya dipengaruhi oleh air, udara, dan pergeseran lempeng bumi. Salah satu akibat dari perubahan itu adalah adanya lereng. Struktur atau bangunan penahan tanah seperti dinding penahan (retaining wall), dinding ruang bawah tanah (basement wall), pangkal jembatan (abutment) dan turap baja pada umumnya digunakan dalam teknik pondasi. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar faktor keamanan (SF) terhadap guling, geser dan ambalas. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir di Sungai Kedukan yang berlokasi di Kecamatan Gandus Musi II Kota Palembang Sumatera Selatan. Data diambil untuk melihat kondisi faktual yang ada di lapangan. Analisis data dilakukan dengan tahapan soil investigation, test sondir, uji susut tanah, perhitungan volume tanah, dan perhitungan variabel nilai susut tanah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dimensi dinding penahan tanah memiliki tinggi 2,5m, lebar 1,8 m, lebar atas dinding penahan 0,6 m, dan kedalaman posisi 1 m. Dari hasil analisa didapatkan struktur dinding penahan tanah aman terhadap bahaya guling, geser dan amblas, dengan nilai Faktor Keamanan (SF) secara berurutan sebesar 10,59>2, 20,45>2, dan 9,91>2,5. Kata kunci : Dinding penahan tanah, Perencanaan, Keamanan guling dan geser
PREDIKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH (STUDI KASUS KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR DAN SUKARAMI PALEMBANG) noviarti, delli; Fauzar, Deri Atmelandi; Riwayati, RR. Susi; Rajela, Amelia
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i2.298

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Pemenuhan kebutuhan akan air bersih adalah salah satu kewajiban pemerintah bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperediksi kebutuhan air bersih di Kecamatan Alang – Alang Lebar dan Kecamatan Sukarami. Metode penelitian ini adalah dengan memprediksi kebutuhan akan air bersih sampai dengan tahun 2035. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data jumlah penduduk dan data infrastruktur di 2 Kecamatan yang diteliti. Analisis pertambahan jumlah penduduk dilakukan dengan menggunakan mentode aritmatika. Data primer didapatkan dari hasil wawancara dengan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan wilayah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Berdasarkan data sekunder, saat ini PDAM yang melayani Kecamatan Alang –Alang Lebar dan Sukarami hanya memiliki kapasitas pelayanan 250 L/dtk. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan total kebutuhan air bersih pada tahun 2035 adalah 743,55 L/dtk. Dibandungkan dengan kapasitas produksi sekarang yang hanya mencapai 250 L/det, maka jumlah kapasitas produksi harus dinaikan sebanyak 493,55 L/dtk agar masyarakat tidak kekurangan air bersih. Untuk itu PT. Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) selaku penyedia harus menambah jumlah kapasitas produksi. Kata kunci : Penyediaan Air Bersih, Kapasitas Produksi Air, Prediksi Air Bersih