Pertumbuhan kota yang terus melaju, ditandai oleh bertambahnya jumlah warga, gelombang urbanisasi, dan meningkatnya kegiatan ekonomi, membuat perencanaan tata ruang berbasis data spasial menjadi semakin mendesak. Penelitian ini berusaha memetakan sebaran potensi pasar, mengidentifikasi pola pemusatan kegiatan ekonomi secara spasial, dan merumuskan implikasinya bagi pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang mengolah data batas administrasi, jumlah penduduk, dan jaringan jalan melalui berbagai teknik analisis, mulai dari peta choropleth, perhitungan kepadatan penduduk, aksesibilitas jalan, Kernel Density Estimation (KDE), hingga weighted overlay. Temuan penelitian menunjukkan bahwa potensi pasar di Kecamatan Sawahan tersebar tidak merata antarkelurahan. Kelurahan Putatjaya tampil sebagai wilayah dengan potensi pasar paling tinggi, diikuti Kelurahan Pakis, sementara Kelurahan Sawahan dan Banyu Urip masuk kategori rendah. Analisis KDE memperlihatkan bahwa aktivitas warga paling terkonsentrasi di wilayah tengah hingga selatan kecamatan, khususnya di Kelurahan Putatjaya. Perbandingan antara peta choropleth dan heatmap menunjukkan bahwa choropleth lebih efektif untuk membandingkan kondisi antar wilayah administratif, sedangkan heatmap lebih unggul dalam menampilkan pola pemusatan spasial secara lebih rinci. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mendukung perencanaan wilayah, pengembangan UMKM, serta penyusunan strategi pembangunan ekonomi lokal berbasis SIG di Kecamatan Sawahan. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, potensi pasar, Kernel Density Estimation, weighted overlay, ekonomi lokal.