M Anwar Mas'adi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Verbal Bullying in the Dialogues of ‘AlRawabi School for Girls’: A Perspective on Jonathan Culpeper’s Impoliteness Theory Erma Nur Fatimah; M Anwar Mas'adi
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.15.1.2025.25-51

Abstract

Studi ini meneliti bagaimana strategi ketidaksopanan terwujud sebagai perundungan verbal dalam dialog serial drama AlRawabi School for Girls, berdasarkan teori ketidaksopanan Jonathan Culpeper. Di lingkungan sekolah remaja, perundungan verbal sering muncul dalam bentuk yang halus dan terstruktur yang dapat menimbulkan dampak psikologis yang parah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, memanfaatkan analisis wacana pragmatis untuk memeriksa dialog terpilih dari serial tersebut melalui pengambilan sampel yang bertujuan. Kerangka teoritis menggabungkan lima strategi ketidaksopanan Culpeper: terang-terangan, ketidaksopanan positif, ketidaksopanan negatif, sarkasme/kesopanan palsu, dan menahan kesopanan. Analisis menunjukkan bahwa pernyataan tidak sopan dalam serial tersebut bukan sekadar pernyataan agresif; pernyataan tersebut berfungsi sebagai alat untuk kekuasaan, pengucilan, dan manipulasi identitas, khususnya dalam lingkungan sosial-budaya AlRawabi School for Girls. Strategi-strategi ini membantu menegaskan dominasi, menstigmatisasi individu, dan memberikan tekanan psikologis, yang mengungkap hierarki yang kompleks dan nilai-nilai patriarki yang mengakar dalam. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada media Barat atau komunikasi digital, penelitian ini memberikan perspektif baru dengan menempatkan ketidaksopanan dalam narasi audiovisual Arab yang berakar pada norma budaya dan ekspektasi gender. Temuan ini meningkatkan bidang linguistik pragmatik dan wacana media dengan mengilustrasikan bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat kontrol dan perlawanan dalam interaksi pemuda. Penelitian di masa mendatang dapat memperluas penelitian ini dengan menyelidiki respons pragmatik korban perundungan atau melakukan perbandingan lintas budaya dengan teks media yang serupa.