Qolbi, Nazhifatul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BANDONGAN SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEAGAMAAN GURU DI AQOBAH INTERNATIONAL SCHOOL (AIS) JOMBANG Qolbi, Nazhifatul; Haris Supratno
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61349

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bandongan sebagai strategi pengembangan kompetensi keagamaan guru di Aqobah International School (AIS) Jombang dalam mendukung integrasi nilai-nilai Islam melalui hidden curriculum. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi Pengasuh Utama (Kiai), Direktur AIS, Pengampu Bandongan, dan 16 Guru Peserta Bandongan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan kuesioner persepsi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan data kuesioner dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandongan mengalami rekonstruksi dari metode pembelajaran kitab di pesantren menjadi strategi continuous professional development yang memperkuat kompetensi keagamaan dan orientasi spiritual guru sehingga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran lintas disiplin. Program ini dilaksanakan melalui kajian kitab yang mencakup akidah, tafsir, hadis, dan fikih berbasis tasawuf, serta diperkuat oleh pembelajaran semiformal dan evaluasi berkelanjutan melalui perpaduan pembinaan karismatik pengasuh dengan instrumen manajemen modern, seperti Key Performance Indicators (KPI), micro teaching, dan weekly monitoring. Temuan ini menunjukkan bahwa bandongan dapat diadaptasi sebagai model pengembangan kompetensi keagamaan guru yang berkelanjutan di sekolah modern tanpa kehilangan karakteristik epistemologis pesantren.