The ability to read simple sentences is a basic competency that must be mastered by 2nd-grade elementary school students as the foundation of academic literacy. Initial conditions at SD Negeri Tanjungrejo 1 showed that out of 29 students, only 15 (52%) achieved the minimum passing score (KKM) of 70, with a class average of 62.4. The causes were the use of conventional teaching methods, non-varied learning media, and students' limited vocabulary. This study aims to improve students' ability to read simple sentences through word card media. A Classroom Action Research (CAR) design following Arikunto's model was implemented in two cycles (two meetings each) in the second semester of the 2025/2026 academic year, with 29 second-grade students as subjects. Data were collected through observation, oral reading tests, and field notes, and analyzed using descriptive qualitative-quantitative methods. Results showed that classical completeness increased from 52% (pre-cycle) to 72% (Cycle I) and 83% (Cycle II), exceeding the success indicator of ≥80%. Teacher activity scores improved from 75 (Cycle I) to 85 (Cycle II). Thus, word card media proved effective in improving simple sentence reading ability among 2nd-grade students at SD Negeri Tanjungrejo 1. Keywords: Word Card, Reading Ability, Simple Sentences, Classroom Action Research, 2nd Grade ABSTRAK Kemampuan membaca kalimat sederhana merupakan kompetensi dasar yang wajib dikuasai siswa kelas 2 SD sebagai fondasi literasi akademik. Kondisi awal di SD Negeri Tanjungrejo 1 menunjukkan bahwa dari 29 siswa, hanya 15 siswa (52%) yang mencapai KKM 70, dengan rata-rata kelas 62,4. Penyebabnya adalah penggunaan metode konvensional, media yang tidak variatif, dan keterbatasan kosakata siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca kalimat sederhana melalui media kartu kata. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto diterapkan dalam dua siklus (masing-masing dua pertemuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026 dengan 29 siswa kelas 2 sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, tes lisan membaca, dan catatan lapangan, dianalisis secara deskriptif kualitatif-kuantitatif. Hasil menunjukkan ketuntasan klasikal meningkat dari 52% (pra-siklus) menjadi 72% (siklus I) dan 83% (siklus II), melampaui indikator keberhasilan ≥80%. Nilai aktivitas guru meningkat dari 75 (siklus I) menjadi 85 (siklus II). Dengan demikian, media kartu kata terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca kalimat sederhana siswa kelas 2 SD Negeri Tanjungrejo 1. Kata Kunci: Kartu Kata, Kemampuan Membaca, Kalimat Sederhana, PTK, Kelas 2 SD