Triyasari, Eva
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Triyasari, Eva; Zahra Chairina, Khafifah; Lestari, Sania; Lestari, Gita; Darwanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63644

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi krusial abad ke-21 yang harus dikembangkan sejak usia dini, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar (SD). Namun, fakta di lapangan menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa masih relatif rendah akibat dominasi pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis secara komprehensif efektivitas berbagai model pembelajaran aktif (active learning) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Garuda, dan Semantic Scholar, yang menghasilkan 10 artikel jurnal final dalam rentang tahun 2021–2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis data secara tematik menunjukkan bahwa rumpun model pembelajaran aktif secara signifikan lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan metode konvensional. Model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) unggul dalam melatih ketajaman analisis masalah kontekstual, sedangkan Inquiry dan Discovery Learning efektif dalam mengonstruksi keterampilan proses sains dan penarikan kesimpulan empiris. Efektivitas model ini meningkat optimal saat diintegrasikan dengan media visual inovatif dan pendekatan etnosains. Kesiapan kompetensi pedagogis guru dalam manajemen waktu menjadi tantangan utama implementasi di kelas. Kajian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan serta penyediaan sarana praktikum yang adaptif terhadap perkembangan anak.