Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Persatuan Dan Kesatuan Indonesia di SMPN 26 Kota Tangerang Ahmad Ramdani; Neneng Halimah; Putri Wulan Agustin; Wahyu Hidayat
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan Indonesia merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah realitas sosial yang multikultural dan tantangan globalisasi. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial turut memengaruhi pola interaksi generasi muda, sehingga berpotensi melemahkan sikap toleransi dan kebersamaan apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai persatuan dan kesatuan Indonesia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 26 Kota Tangerang serta mengkaji proses internalisasi nilai tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah siswakelas VII SMPN 26 Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi reflektif, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji pola interaksi sosial, sikap toleransi, kerja sama, serta kepatuhan siswa terhadap norma dan aturan bersama. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai persatuan dan kesatuan melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual mampu meningkatkan kesadaran sosial siswa, khususnya dalam aspek kerja sama, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Nilai persatuan tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi mulai tercermin dalam perilaku sosial siswa selama kegiatan berlangsung. Namun demikian, internalisasi nilai tersebut masih bersifat situasional dan dipengaruhi oleh konteks sosial serta paparan media digital, sehingga memerlukan penguatan dan pembiasaan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penanaman nilai persatuan dan kesatuan Indonesia lebih efektif apabila dilakukanmelalui pengalaman sosial yang reflektif dan terintegrasi dalam budaya sekolah. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis Pancasila, khususnya dalam konteks pendidikan kewarganegaraan di tingkat sekolah menengah pertama.