Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Disiplin dan Etika Siswa Melalui Pelatihan Budaya Sekolah Berbasis Delapan Dimensi Profil Lulusan di SMA Dua Mei Ciputat Pipit Fitria; Devina Ramadhani; Rita Serasi Zamasi; Bagus Dwi Arya; Hafid Al Hakim
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan bermoral dalam kehidupan sosial. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, etika, dan tanggung jawab sosial melalui pembiasaan serta budaya yang konsisten. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ditemukannya berbagai permasalahan perilaku siswa, seperti keterlambatan hadir, rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah, serta menurunnya sikap sopan santun dalam interaksi dengan guru dan teman sebaya. Kondisi tersebut menandakan perlunya intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan melalui penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter holistik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan disiplin dan etika siswa melalui pelatihan budaya sekolah berbasis Delapan Dimensi Profil Lulusan yang meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif, studi kasus, simulasi perilaku, dan penugasan kelompok guna mendorong keterlibatan aktif peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Dua Mei Ciputat dengan sasaran siswa kelas XI yang berada pada fase perkembangan remaja akhir sehingga membutuhkan penguatan nilai moral dan kontrol diri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai disiplin sebagai kesadaran internal, bukan sekadar kewajiban administratif. Selain itu, terjadi perubahan sikap dalam interaksi sosial berupa meningkatnya rasa hormat kepada guru, kemampuan bekerja sama, serta kepatuhan terhadap norma sekolah. Integrasi nilai profil lulusan dalam budaya sekolah terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, komunikatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, pelatihan budaya sekolah berbasis Delapan Dimensi profil lulusan dapat menjadi model strategis penguatan pendidikan karakter yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan di pendidikan menengah