Siti Nurafifah Qarimah
Department of Psychiatry and Mental Health Nursing, Academy of Nursing Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE EFFECT OF DHIKR THERAPY ON STRESS LEVELS OF BULLYING VICTIMS IN JUNIOR HIGH SCHOOL (SMP) TEENAGERS: QUASI-EXPERIMENT Siti Nurafifah Qarimah; Mohd.Rizal Fahmi Adha
Aceh Health Sciences Journal Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/ajohi.v1i2.44

Abstract

Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan dengan sengaja oleh individu atau kelompok terhadap korban secara berulang-ulang. Tindakan ini dapat memberikan dampak buruk bagi korban, terutama dalam bentuk gangguan kesehatan mental dan psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi zikir terhadap tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre-post-test one group dengan variabel yang diukur adalah tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah populasi 89 orang, sedangkan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 10 responden. Tingkat stres diukur melalui Perceived Stress Scale (PSS-10) dengan diberikan zikir selama lima belas menit kepada responden. Zikir yang diberikan kepada responden dengan mengucapkan Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (Laa ilaahaaillallah), dan Takbir (Allahuakbar) sebanyak 33x selama lima belas menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80% mengalami stres sedang dan 20% mengalami stres ringan sebelum dilakukan intervensi (zikir). Setelah dilakukan zikir, tingkat stresnya menjadi stres ringan sebanyak 100%. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi zikir terhadap tingkat stres korban bullying pada remaja sekolah menengah pertama. Rekomendasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mengurangi tingkat stres pada mahasisswa korban bullying.