Syamzaimar
Institut Sains Al-Qur’an Syeikh Ibrahim, Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar Abdurrasyid; Syamzaimar
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa Institut Sains Al-Qur’an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Radikalisme menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan karena dapat memengaruhi pola pikir generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri, terutama melalui penyebaran narasi intoleran, eksklusif, dan provokatif di lingkungan sosial maupun media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dokumen pendidikan, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, radikalisme, nilai Pancasila, literasi digital, dan budaya inklusif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun ketahanan ideologis mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berperan strategis sebagai instrumen penguatan karakter, penanaman nilai Pancasila, pembentukan sikap toleran, serta pengembangan nalar kritis dalam menghadapi propaganda radikal. Strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, berbasis diskusi kritis, literasi kebangsaan, dan literasi digital dinilai penting untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap paham radikal. Selain itu, budaya kampus yang demokratis dan inklusif menjadi faktor pendukung dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana preventif dalam membentuk mahasiswa yang moderat, nasionalis, demokratis, dan berkomitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.