Khusna Syarafina Khanifati
Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Universitas Muhammdiyah Karanganyar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Protokol Tube Current Modulation (TCM) Terhadap Reduksi Dosis Radiasi dan Kualitas Citra Pada Pemeriksaan CT Scan: Systematic Review Khusna Syarafina Khanifati
Applied Engineering: Jurnal Rekayasa dan Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2026): Applied Engineering
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/appliedengineering.v1i1.15

Abstract

Pemeriksaan menggunakan computed tomography (CT) scan menyumbang sekitar 25% dari seluruh pemeriksaan radiologi di dunia dan berpotensi meningkatkan paparan radiasi serta risiko kanker pada pasien. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan dosis radiasi adalah tube current modulation (TCM), yaitu teknik penyesuaian arus tabung secara otomatis berdasarkan ukuran tubuh pasien, ketebalan jaringan, dan tingkat atenuasi organ yang diperiksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas protokol TCM dalam menurunkan dosis radiasi pasien dibandingkan dengan protokol fixed tube current (FTC). Penelitian dilakukan menggunakan metode tinjauan literatur terhadap tujuh artikel jurnal internasional yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa protokol TCM mampu menyesuaikan keluaran radiasi secara lokal sesuai dengan karakteristik anatomi dan atenuasi objek yang dipindai. Pada pemeriksaan yang mencakup kepala, leher, dan abdomen, teknik ini dapat mengurangi paparan radiasi pada organ sensitif, seperti kelenjar tiroid, dengan tetap mempertahankan kualitas citra klinis pada area diagnostik. Penerapan TCM dilaporkan dapat menurunkan total arus tabung hingga 60%, bergantung pada wilayah tubuh, ukuran pasien, dan protokol pemindaian yang digunakan. Secara keseluruhan, protokol TCM mampu mereduksi paparan dan dosis radiasi pasien dibandingkan protokol FTC. Kualitas citra yang dihasilkan juga masih dapat diterima secara subjektif dan memenuhi kebutuhan diagnosis klinis.