Muhammad Azmi Auf
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Filantropi Pendidikan dalam Mendukung Inklusivitas MI/SD melalui Desentralisasi dan Digitalisasi Menuju Indonesia Emas 2045 Muhammad Azmi Auf
The Prime Vol. 2 No. 1 (2026): Juni
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37459/theprime.v2i1.356

Abstract

Kontribusi filantropi dalam pendidikan dasar di MI/SD masih didominasi oleh pendekatan karitatif yang bersifat satu arah, namun praktik terbaru menunjukkan adanya pergeseran menuju model transformatif melalui sinergi komunitas, digitalisasi, dan desentralisasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peran filantropi dalam mendukung pendidikan inklusif, menganalisis integrasi digitalisasi dan desentralisasi dalam tata kelola pendidikan MI/SD, serta mengkaji implikasinya terhadap strategi penguatan pendidikan dasar menuju Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus dokumentatif dan pendekatan partisipatif, memanfaatkan data primer dari observasi Philanthropy Festival 2025 serta data sekunder dari laporan lembaga filantropi, dokumen kebijakan, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filantropi pendidikan inklusif berjalan optimal melalui inovasi program berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses di daerah terpencil, dan kemitraan lintas sektor yang berkelanjutan. Temuan ini menggambarkan bahwa paradigma filantropi sedang bergerak dari model karitatif menuju transformatif yang menempatkan komunitas sebagai subjek aktif pemberdayaan. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan perspektif interdisipliner yang menggabungkan filantropi, digitalisasi, dan desentralisasi, serta menunjukkan efektivitas pendekatan kualitatif partisipatif dalam memahami tata kelola pendidikan inklusif secara kontekstual dan kritis.