p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Antonius
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP FLOWABILITY DAN KUAT TEKAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE Salsabilla Triyulianti; Siska Anggraeni; Antonius
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/wey1ps61

Abstract

Pada penelitian beton Self Compacting Concrete (SCC) ini meninjau pengaruh penambahan abu sekam padi (ASP) terhadap kuat tekan beton dan karakteristik beton segar. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan ASP 5-10% meningkatkan kepadatan dan mengurangi porositas beton yang memenuhi standar EFNARC. Pengujian slump flow dan V-Funnel menunjukkan sifat passingability dan fillingability yang baik. Kuat tekan beton mencapai 42,23 MPa pada penambahan ASP 5% dan superplasticizer 1%. Namun, penambahan ASP berlebih (15%) menyebabkan penurunan kuat tekan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan ASP dapat meningkatkan kuat tekan beton jika dilakukan dengan kadar tepat dan memenuhi standar SNI 2847-2019. Hasil ini berpotensi mengembangkan teknologi beton ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan semen.
PERBANDINGAN ABU SEKAM PADI DAN ABU LIMBAH KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Rohmat Amrulloh; Tri Nanda Pamungkas; Antonius
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/9fhfga05

Abstract

Saat ini, penggunaan beton sebagai material konstruksi terus meningkat. Seiring dengan tingginya tingkat penggunaan beton, permintaan terhadap semen sebagai salah satu komponen utamanya juga mengalami kenaikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh abu sekam padi dan abu limbah kayu sebagai bahan tambahan pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton. Penggunaan material alternatif ini didasari oleh potensi keduanya sebagai bahan tambahan yang ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah yang melimpah. Campuran beton dibuat dengan variasi proporsi abu sekam padi dan abu limbah kayu, yang masing-masing menggantikan sebagian semen dalam campuran. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik dilakukan sesuai standar laboratorium untuk mengevaluasi performa mekanis beton yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara eksperimen dengan membuat Beton Normal mutu K-300 memiliki nilai Fc’ 24,90 MPa. Penambahan campuran beton dilakukan dengan variasi abu sekam padi presentase 3% dan 5% serta abu limbah kayu presentase 3% dan 5% umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan abu limbah kayu tidak terlalu berpengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton, pada umur 28 hari paling besar kuat tekannya ada pada abu limbah kayu 5% senilai 30,67 MPa untuk kuat tarik sendiri yang paling unggul ada pada penambahan abu sekam padi 3% senilai 2,34 MPa.
PERBANDINGAN NILAI TEGANGAN DAN DEFORMASI ANTARA PENAMPANG KOLOM PERSEGI, PERSEGI PANJANG, DAN LINGKARAN AKIBAT KOMBINASI BEBAN AKSIAL DAN BEBAN LATERAL Aurielia Shaiva Devany; Indah Rahmawati; M. Rusli Ahyar; Antonius
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/85646k69

Abstract

Pada masa perkembangan negara yang begitu pesat, beton banyak digunakan untuk merencanakan bangunan sederhana sampai bangunan modern. Perancangan struktur merupakan faktor penting dalam menjamin kekuatan dan keamanan bangunan. Kolom merupakan salah satu struktur yang mempunyai peranan penting pada suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada kolom merupakan tempat yang sangat penting yang dapat menyebabkan terjadinya longsor lantai dan runtuhnya seluruh bangunan konstruksi. Material yang digunakan untuk membuat kolom sangat bervariasi sesuai dengan jenis konstruksi yang di rencanakan dan kebutuhan struktural. Metode elemen hingga adalah sebuah teknik numerik yang digunakan untuk memecahkan masalah teknik dan fisika yang kompleks. Keunggulan penggunaan metode elemen hingga diantaranya yaitu memiliki kemampuan analisis yang luas, kemampuan model geometri yang fleksibel, simulasi material yang kompleks, dan kemudahan penggunaan, serta visualisasi hasil dalam bentuk animasi atau grafik 2D dan 3D, yang membantu dalam memahami distribusi tegangan dan deformasi. Hasil analisis metode elemen hingga pada penampang kolom lingkaran menunjukkan bahwa nilai tegangan paling tinggi sebesar 28,63 MPa, dengan kapasitas momen inersia paling rendah. Selisih antara penampang kolom Lingkaran dengan kolom persegi adalah sebesar -6%, sedangkan selisih antara kolom lingkaran dan kolom persegi panjang sebesar -139%.
STUDI BESARAN MEKANIS BETON SCC YANG MENGANDUNG SERAT POLYPROPILENE Yufa Satrio Yudhoyono; Jamaludin Ambiya; Antonius; Muhamad Rusli Ahyar
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/f0c86d89

Abstract

Beton merupakan salah satu material utama dalam konstruksi, yang umumnya dibuat dari campuran semen, agregat kasar, agregat halus, air, serta bahan aditif bila diperlukan. Beton normal, sebagai jenis yang paling umum digunakan, terus mengalami perkembangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi modern. Salah satu terobosan penting di bidang ini adalah hadirnya Self Compacting Concrete (SCC), yaitu beton yang mampu memadat secara mandiri tanpa bantuan getaran eksternal. Penelitian ini mempelajari sifat mekanik SCC dengan penambahan serat polypropylene dan aditif Consol SS-8. Penambahan serat bertujuan utama untuk memperbaiki kekuatan tarik, meningkatkan daktilitas, serta memperkuat ketahanan beton terhadap retak. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental, meliputi pengujian pada benda uji silinder berukuran 150 × 300 mm untuk kuat tekan dan kuat tarik belah, serta benda uji prisma berukuran 150 × 150 × 600 mm untuk kuat lentur. Seluruh pengujian dilaksanakan di fasilitas Batching Plant Kembar Jaya Mandiri Mulya. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan serat polypropylene berpengaruh nyata terhadap sifat alir dan stabilitas beton segar. Penggunaan serat polypropylene sebanyak 455 gram menghasilkan keseimbangan terbaik antara stabilitas, kemampuan mengalir, dan kesesuaian dengan standar uji. Sementara itu, peningkatan dosis hingga 910 gram cenderung menurunkan performa alir beton, sebagaimana terlihat pada hasil uji slump flow, L-box, dan V-funnel, yang menunjukkan bahwa kelebihan serat dapat menghambat kelancaran aliran beton.