Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu krusial yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah rumah tangga serta dampaknya terhadap lingkungan di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan survei lapangan, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah, seperti keterbatasan infrastruktur, kebiasaan pembakaran sampah, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mendaur ulang sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga di Desa Kaliabu memiliki akses yang relatif dekat ke tempat pengelolaan sampah, tetapi masih terdapat sebagian masyarakat yang tinggal dalam jarak yang jauh, sehingga berpotensi menimbulkan kesulitan dalam pembuangan sampah. Selain itu, sebanyak 25,5% responden memiliki riwayat gangguan pernapasan, dengan asma sebagai kasus terbanyak. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya tingkat pencemaran udara akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal, terutama pembakaran sampah yang masih sering dilakukan. Dari perspektif masyarakat, mayoritas responden mengharapkan pemerintah meningkatkan fasilitas dan teknologi pengelolaan sampah (27,3%) serta menegakkan regulasi yang lebih ketat (18,2%) untuk mengurangi dampak pencemaran. Faktor utama penyebab polusi udara di desa ini adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik (36%) dan kebiasaan pembakaran sampah (30%). Sebagai upaya mitigasi, masyarakat telah mengambil langkah-langkah seperti mengelola sampah dengan lebih baik (32%) dan menghentikan pembakaran sampah (24%).