Penerapan Earned Value Management (EVM) pada Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey Paket 1 menjadi penting karena proyek ini bersifat strategis dan kompleks, sehingga diperlukan analisis kinerja proyek untuk memastikan kesesuaiannya terhadap target serta mengidentifikasi potensi permasalahan secara dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja biaya dan waktu proyek menggunakan metode EVM. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumen proyek berupa laporan realisasi biaya, progres pekerjaan, RAB, dan kurva-S. Hasil analisis pada bulan ke-20 hingga ke-22 menunjukkan nilai Cost Variance (CV) positif dan Cost Performance Index (CPI) > 1 yang mengindikasikan efisiensi biaya, sedangkan nilai Schedule Variance (SV) negatif dan Schedule Performance Index (SPI) < 1 menunjukkan keterlambatan jadwal. Efisiensi biaya dipengaruhi oleh manajemen proyek yang baik seperti ketersediaan material, keterampilan tenaga kerja, serta metode kerja yang tepat sehingga mengurangi risiko pekerjaan ulang. Sebaliknya, keterlambatan disebabkan adanya revisi desain pada pekerjaan intake yang berdampak pada pekerjaan bangunan pengelak/diversion. Perhitungan Estimate At Completion (EAC) menunjukkan proyek diproyeksikan selesai dengan biaya lebih rendah dari anggaran awal dengan efisiensi Rp14.216.731.685,80, namun penyelesaian waktu Estimate To Complete (ETC) diperkirakan terlambat 3,69 bulan dengan potensi biaya tambahan Rp7.462.292.693,46. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perencanaan dan pengendalian proyek konstruksi agar efektivitas pekerjaan terjaga serta percepatan dapat dilakukan untuk meminimalisasi keterlambatan.