Pembangunan infrastruktur pada kawasan pesisir dan reklamasi menghadapi tantangan utama berupa kondisi tanah lunak yang memiliki permeabilitas rendah dan kompresibilitas tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan penurunan tanah yang besar dan berlangsung lama. Masalah ini membutuhkan metode perbaikan tanah yang efektif untuk mempercepat konsolidasi agar sesuai dengan kebutuhan waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penurunan dan waktu konsolidasi antara kondisi tanpa perbaikan tanah (non-PVD) dan dengan pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pada proyek reklamasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa hasil penyelidikan tanah dan data laboratorium. Analisis penurunan dilakukan dengan menghitung konsolidasi primer menggunakan teori Terzaghi dan konsolidasi sekunder menggunakan indeks kompresi sekunder. Sementara itu, percepatan konsolidasi akibat PVD dianalisis menggunakan teori konsolidasi radial Barron. Perhitungan dilakukan pada dua Bore Hole untuk memperoleh gambaran variasi karakteristik tanah dan pengaruh pemasangan PVD terhadap percepatan disipasi tekanan air pori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah lunak di lokasi penelitian memiliki kompresibilitas tinggi dengan penurunan total berkisar antara 0,937–1,637 m. Waktu konsolidasi pada kondisi non-PVD sangat lama, yaitu 10–14 tahun untuk mencapai derajat konsolidasi 90%. Sebaliknya, pemasangan PVD mampu mempercepat konsolidasi secara signifikan dengan t₉₀ sebesar ±0,22 tahun, atau sekitar 40–60 kali lebih cepat. Analisis efisiensi menunjukkan PVD sangat efektif pada fase awal hingga menengah konsolidasi dengan efisiensi mencapai 80–150%. Hasil ini menegaskan bahwa PVD merupakan metode yang efektif untuk percepatan konsolidasi pada proyek reklamasi.