Bintang Aji Tamadinata
Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BBM DENGAN METODE MESIN FAST PIROLISIS DI BANK SAMPAH MANDIRI KELUARGA HARAPAN WILAYAH BOJONEGORO Bintang Aji Tamadinata; Oktavianus Cahya Anggara
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/m737ca72

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan yang terus meningkat seiring dengan tingginya konsumsi plastik sekali pakai. Salah satu alternatif pengolahan yang berpotensi mengurangi dampak pencemaran sekaligus menghasilkan energi adalah teknologi pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan mesin fast pirolisis di Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode partisipatif, observasi lapangan, studi pustaka, dan dokumentasi. Proses fast pirolisis dilakukan pada suhu hingga 500°C dalam kondisi minim oksigen dengan waktu operasi sekitar 7–8 jam per siklus produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 kg sampah plastik, terutama jenis polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), dapat dihasilkan sekitar 4–5 liter bahan bakar setara bensin dan ±10 liter bahan bakar setara solar. Produk BBM yang dihasilkan kemudian melalui proses treatment menggunakan bentonit dan bahan aditif untuk meningkatkan kualitas, menurunkan kandungan zat pengotor, serta memperbaiki bau dan warna. Teknologi fast pirolisis terbukti mampu mengurangi volume sampah plastik secara signifikan serta menghasilkan bahan bakar cair dengan potensi pemanfaatan sebagai energi alternatif. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi ini dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam pengolahan limbah plastik berbasis masyarakat.