Burhanuddin Galuh Prasetyo
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS IPAL DALAM REMOVAL PARAMETER PENCEMAR BOD, COD, DAN AMONIA PADA LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN UNIT BIOFILTER ANAEROB DAN AEROB DI PABRIK SEMEN DAN BATA TAHAN API Burhanuddin Galuh Prasetyo; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ztrs8e35

Abstract

Kegiatan operasional di Pabrik Semen dan Bata Tahan Api menghasilkan air limbah domestik yang memerlukan pengolahan intensif untuk mencegah pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan unit biofilter dalam meremoval parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Amonia (NH3). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Sertifikat Hasil Uji (SHU) laboratorium terakreditasi KAN. Hasil analisis menunjukkan efisiensi penyisihan sistem Biofilter untuk parameter BOD sebesar 76,27%, COD sebesar 67,61%, dan Amonia sebesar 51,36%. Parameter BOD dan COD pada efluen akhir telah berhasil memenuhi standar baku mutu sesuai PermenLHK No. 68 Tahun 2016 (PT X menggunakan dasar regulasi tersebut dikarenakan PT X telah memiliki Persetujuan Teknis Baku Mutu Air Limbah sejak tahun 2022 sehingga setiap pengujian air limbah, menggunakan standar baku mutu air limbah sesuai Persetujuan Teknis Baku Mutu Air  Limbah tersebut). Namun, parameter amonia pada outlet ditemukan masih berada di atas ambang batas dengan selisih sebesar 0,7 mg/L. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sistem Bofilter efektif menurunkan beban organik secara signifikan, diperlukan optimasi lebih lanjut pada proses nitrifikasi, seperti peningkatan suplai oksigen terlarut atau waktu tinggal, guna mencapai kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku