Michael Satwika Priyahita
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK EMISI SISTEM PEMBAKARAN TUNNEL KILN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK HSD PADA INDUSTRI BATA TAHAN API Michael Satwika Priyahita; Rizka Novembrianto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/em9tc958

Abstract

Proses pembakaran minyak High Speed Diesel (HSD) pada unit tunnel kiln di industri refractory berpotensi menghasilkan gas buang berupa partikulat, nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO₂), dan senyawa pencemar lain yang berdampak pada kualitas udara ambien sekitarnya. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis konsentrasi parameter emisi cerobong; (2) menyusun inventarisasi beban emisi partikulat, NOx, dan SO₂; (3) mengevaluasi kualitas udara ambien sekitar fasilitas; serta (4) mengkaji hubungan beban emisi dengan kondisi kualitas udara ambien.Penelitian menerapkan metode stack sampling isokinetik parsial sesuai KEP. 205/BAPEDAL/07/1996 pada cerobong tunnel kiln (diameter 0,7 m, tinggi 22 m). Data bersumber dari Sertifikat Hasil Uji laboratorium terakreditasi KAN. Beban emisi dihitung dari konsentrasi terkoreksi kadar O₂ referensi 6% dan laju alir volumetrik cerobong hasil pengukuran lapangan, dengan periode operasional 4.416 jam per 6 bulan.Seluruh 15 parameter emisi cerobong memenuhi baku mutu KepmenLH No. KEP-13/MENLH/3/1995: partikulat terkoreksi 89,2 mg/m³ (BM 350 mg/m³), NOx 312 mg/m³ (BM 1.000 mg/m³), dan SO₂ 62,4 mg/m³ (BM 800 mg/m³). Beban emisi 6 bulan: NOx 13,724 ton, partikulat 3,936 ton, SO₂ 2,751 ton. Seluruh parameter udara ambien upwind memenuhi PP No. 22 Tahun 2021. Sistem pembakaran tunnel kiln berbahan bakar HSD beroperasi dalam kondisi terkendali dengan seluruh parameter emisi memenuhi regulasi yang berlaku.