Iqbal Attaqi Adriansyah
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS UNIT BIOFILTER PADA IPAL DALAM MENYISIHKAN KADAR  BOD, COD, DAN TSS PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK INDUSTRI KAYU PT X Iqbal Attaqi Adriansyah; Okik Hendriyanto Cahyonugroho
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mv0dx856

Abstract

Air limbah domestik yang dihasilkan dari aktivitas industri berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan secara tepat sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Salah satu teknologi pengolahan yang banyak digunakan adalah sistem biofilter karena dinilai efektif dalam menurunkan kandungan bahan organik dan padatan tersuspensi pada air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas unit biofilter dalam menurunkan parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) pada air limbah domestik industri pengolahan kayu. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data kualitas air limbah, serta analisis efisiensi removal pada setiap unit pengolahan IPAL yang terdiri atas bak ekualisasi, sedimentasi awal, biofilter anaerob, biofilter aerob, dan sedimentasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD mengalami efisiensi penyisihan sebesar 96,94%. Parameter COD mengalami efisiensi penyisihan sebesar 96,94%, sedangkan parameter TSS mengalami efisiensi penyisihan sebesar 90,20%. parameter BOD dan COD telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan, sedangkan parameter TSS masih sedikit melebihi ambang batas yang ditetapkan. Meskipun demikian, sistem biofilter tetap menunjukkan kinerja pengolahan yang baik dalam menurunkan kandungan pencemar air limbah domestik. Dengan demikian, teknologi biofilter dapat menjadi alternatif pengolahan air limbah yang efektif, sederhana, dan ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan kembali effluent pada kegiatan penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH), meskipun masih diperlukan optimalisasi pada proses pengolahan untuk meningkatkan kualitas effluent terutama pada parameter TSS.