Industri tekstil, khususnya UMKM, berperan penting dalam perekonomian, tetapi menghasilkan limbah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan limbah sisa potongan kain pada UMKM FE Kasur serta menyusun usulan perbaikan melalui pendekatan Green Productivity. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan ruang lingkup gate-to-gate yang meliputi tahap goal and scope, Life Cycle Inventory, Life Cycle Impact Assessment, dan interpretasi hasil. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses produksi menghasilkan limbah sisa potongan kain sebesar 15 kg per minggu dari 1.001 pcs sprei yang diproduksi (0,015 kg per produk). Hasil analisis menunjukkan bahwa limbah tersebut berpotensi meningkatkan jumlah limbah padat tekstil apabila tidak dikelola dengan baik. Sebagai perbaikan, diusulkan pemanfaatan limbah menjadi produk sarung bantal dan sarung guling melalui pendekatan Green Productivity. Usulan tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk sehingga mendukung terciptanya proses produksi yang lebih berkelanjutan pada UMKM FE Kasur. Kata kunci: Green Productivity, Life Cycle Assessment, limbah tekstil, sisa potongan kain, UMKM.