Shedy Amalia Rozzaqi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Toleransi Beragama Dalam Pendidikan Bahasa Inggris Sekolah Dasar Kelas 1: Analisis Kurikulum KTSP, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka Shedy Amalia Rozzaqi; Ade Septiana; Naura Fairuz Syifa
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 873-893
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ykx54f69

Abstract

Mengenalkan toleransi beragama sejak kelas 1 sekolah dasar merupakan aspek penting dan perlu diperhatikan. Menurut definisi yang dirumuskan A. Zaki Baidawiy, tasamuh (toleransi) adalah pendirian atau sikap yang termanifestasi pada kesedian untuk menerima berbagai pandangan dan pendirian yang beranekaragam, meskipun tidak sependapat dengannya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa toleransi ini erat kaitannya dengan masalah kebebasan atau kemerdekaan hak asasi dalam tata kehidupan bermasyarakat, sehingga mengizinkan berlapang dada terhadap adanya perbedaan pendapat dan keyakinan dari setiap individu[1]. Dengan memiliki rasa toleransi, siswa dapat berpegang teguh dalam menghargai dan menghormati kemajemukan di sekitarnya, sehingga tidak terjerumus dalam kefanatikan, rasisme, dan egosentris. Hal tersebut perlu diimplementasikan dalam kurikulum yang menjadi pedoman pembelajaran untuk mencapai salah satu tujuan pendidikan. Studi ini akan menganalisis perkembangan materi toleransi beragama pada buku Basic English kurikulum KTSP, buku Grow With English kurikulum 2013, dan buku My Next Words pada kurikulum merdeka. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penulis menggabungkan metode literatur dan kepustakaan. Dari hasil studi ini menyatakan bahwa toleransi beragama sudah diajarkan sejak sekolah dasar yang sesuai dengan perkembangan kurikulum. Pada buku literatur kurikulum KTSP tidak membahas mengenai toleransi beragama, sedangkan pada kurikulum 2013 mulai menyisipkan toleransi beragama menggunakan ilustrasi visual dan diidentifikasi sesuai dengan sukunya. Sementara itu, pada buku literatur kurikulum merdeka memberi gambaran secara lebih spesifik mengenai toleransi beragama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkembangan kurikulum berbanding lurus dengan berkembangnya zaman dan kesadaran sosial di lingkungan pendidikan. Maka melalui studi ini diharapkan pengimplementasian toleransi beragama dapat dimuat di setiap perkembangan kurikulum.