Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan kondisi lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi terhadap aktivitas antioksidan rumput laut C. racemosa. Penelitian dilaksanakan pada 25 Februari sampai dengan 26 Maret 2017. Rumput laut diperoleh dari wilayah perairan laut serta tambak Teluk Laikang, Sulawesi Selatan. Proses sampling mengacu pada metode stratified random sampling dengan melakukan pengklasifikasi area berdasarkan jenis lingkungan, kemudian dari masing-masing lokasi diambil sampel secara acak. Rumput laut sebanyak 100 gr langsung digunakan untuk analisis dan 300 gr direndam pada bak tersirkulasi selama 10 hari dengan rerata salinitas 29 ppt sebagai perlakuan pascapanen sebelum diuji (masing-masing perlakuan sebanyak 3 ulangan). Ekstrak pekat yang telah dievaporasi selanjutnya dibuat dalam 1000 ppm pada pelarut metanol pro analysis sebagai larutan induk, selanjutnya diencerkan menjadi 100, 150, 200, 250, 300, dan 350 ppm sebagai larutan sampel. Pada tabung reaksi sebanyak 4 ml dari masing-masing konsentrasi larutan ditambahkan 1 ml larutan DPPH 0,1 M dalam metanol p.a, kemudian pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 516 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, hasil menunjukkan bahwa ekstrak kasar C. racemosa memiliki aktifitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50>200 ppm. Selain itu perbedaan lingkungan (laut dan tambak) serta perlakuan pra-konsumsi (perendaman) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak C. racemosa sehingga perlakuan pra-konsumsi dapat diterapkan untuk mendukung keamanan pangan.