Antonius Moa
Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pendampingan Pastoral Berbasis Sinodalitas untuk Meningkatkan Partisipasi Umat dan Pemulihan Harapan Komunitas Gerejani di Wilayah Kepulauan Bangka-Belitung Antonius Moa; Radellegan Marinus F. Ginting
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/tzgvmf41

Abstract

Sinodalitas menempatkan Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang berjalan bersama dalam komunio, partisipasi, dan misi. Dalam konteks pelayanan imam di wilayah kepulauan, tantangan jarak, komunikasi, klerikalisme, keterbatasan partisipasi umat, dan melemahnya harapan komunitas membutuhkan model pendampingan pastoral yang dialogis dan kontekstual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas sinodal para imam Kevikepan Bangka-Belitung serta meningkatkan kesiapan mereka membangun partisipasi umat dan memulihkan harapan komunitas gerejani. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk rekoleksi pada 11 Maret 2025 di Rumah Pembinaan Puri Sadhana, Bangka Tengah, dengan 34 peserta. Metode yang digunakan meliputi refleksi teologis, sharing pengalaman pastoral, dialog persaudaraan, latihan mendengarkan, perumusan komitmen, dan evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan penguatan pemahaman tentang sinodalitas sebagai cara hidup Gereja, meningkatnya kesadaran akan pentingnya persaudaraan imam, kepemimpinan partisipatif, keterampilan mendengarkan, dan konsistensi tindak lanjut pastoral. Kegiatan juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat forum dialog, mengoptimalkan komunitas basis gerejawi, serta menghadirkan pelayanan yang lebih peka kepada kelompok yang tertinggal. Dokumentasi administrasi dan sertifikat narasumber memperkuat validitas pelaksanaan kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa rekoleksi yang mengintegrasikan doa, refleksi, dan dialog dapat menjadi model praktis untuk membangun budaya sinodal dan spiritualitas pengharapan dalam Gereja lokal