Yohanes Anjar Donobakti
Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Nilai Inkarnasi dalam Perayaan Natal Sebagai Basis Penguatan Persaudaraan Ekumenis dan Kehidupan Pancasila di Masyarakat Multikultural Yohanes Anjar Donobakti
Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Citra Cita Milenial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/r1d5e227

Abstract

Misteri inkarnasi menegaskan bahwa Allah memasuki sejarah manusia dan menghadirkan keselamatan melalui kedekatan, kasih, serta perdamaian. Nilai tersebut relevan bagi masyarakat multikultural yang membutuhkan ruang perjumpaan lintas denominasi, suku, dan ras. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengaktualisasikan nilai inkarnasi melalui Perayaan Natal Oikumene Badan Kerjasama Gereja-Gereja Dumai (BKGD) 2024 sebagai sarana penguatan persaudaraan ekumenis dan kehidupan Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Desember 2024 di Gedung Sintani, Kota Dumai, dengan Dr. Yohanes Anjar Donobakti sebagai narasumber sekaligus pengkhotbah. Metode kegiatan meliputi koordinasi lintas gereja, liturgi bersama, renungan Natal, partisipasi pelayanan dari berbagai denominasi, penyalaan lilin, doa bersama, serta perjumpaan sosial. Analisis hasil dilakukan berdasarkan laporan akhir, surat tugas, tata tertib ibadah, dokumentasi kegiatan, dan berita acara. Hasil menunjukkan bahwa perayaan menjadi ruang nyata keterlibatan lintas gereja dan unsur masyarakat, memperkuat pesan damai, kesetaraan, serta persaudaraan tanpa diskriminasi. Dokumentasi memperlihatkan keterlibatan rohaniwan, pelayan gereja, umat, dan unsur publik dalam satu rangkaian ibadah. Program menghasilkan penguatan komunikasi ekumenis, kesadaran kebangsaan, dan komitmen untuk menghadirkan damai Kristus dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Kegiatan ini menegaskan bahwa perayaan Natal dapat dikembangkan dari seremoni keagamaan menjadi praktik pastoral transformatif yang menghubungkan iman, ekumenisme, dan nilai Pancasila