Chairul Lubis
Universitas Indonesia Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Stigma Sosial Terhadap Penderita Gangguan Jiwa Helma Aliasini; Chairul Lubis
JIWARA: Jurnal Psikologi, Kesehatan, dan Olahraga Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jiwara.v1i1.564

Abstract

Stigma sosial terhadap penderita gangguan jiwa masih menjadi hambatan struktural utama dalam peningkatan kesehatan mental karena menurunkan kualitas hidup, membatasi akses layanan, melemahkan kepatuhan pengobatan, serta memperberat beban psikososial keluarga sebagai caregiver. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk stigma, faktor yang melatarbelakangi, serta implikasinya terhadap pemulihan dan integrasi sosial penderita gangguan jiwa. Metode yang digunakan literature review dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan artikel mengenai stigma, layanan kesehatan jiwa, peran keluarga, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan stigma bekerja multidimensional pada level individu, keluarga, dan komunitas. Pada individu, stigma menurunkan harga diri, meningkatkan isolasi sosial, dan melemahkan kepatuhan terapi; pada keluarga, meningkatkan beban pengasuhan dan menurunkan kualitas dukungan; sedangkan pada komunitas, menghambat akses serta pemanfaatan layanan kesehatan jiwa. Stigma berfungsi sebagai mekanisme eksklusi sosial yang membentuk siklus saling memperkuat antara perburukan kondisi klinis dan terhambatnya pemulihan serta reintegrasi sosial. Selain itu, Stigma perlu dipahami sebagai determinan struktural kesehatan publik yang mereproduksi ketidaksetaraan dalam sistem layanan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi komprehensif melalui peningkatan literasi kesehatan mental, penguatan kapasitas dan penerimaan keluarga, serta pengembangan dukungan komunitas inklusif sebagai bagian integral sistem kesehatan jiwa berkelanjutan berorientasi pemulihan dan martabat penderita.