Pendahuluan: Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular yang sering disertai penurunan status gizi sehingga memerlukan dukungan nutrisi enteral yang sesuai. Formula enteral berbasis pangan lokal, seperti wortel dan labu kuning yang kaya β-karoten sebagai antioksidan serta kacang hijau sebagai sumber protein nabati untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien gagal jantung. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi mutu fisik serta tingkat penerimaan Formula Enteral WOKABU sebagai alternatif formula enteral lokal bagi pasien gagal jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan membandingkan Formula Enteral WOKABU berbahan segar, berbahan tepung, dan formula komersial. Pengujian meliputi analisis kandungan gizi, viskositas, daya alir, osmolalitas, serta uji organoleptik menggunakan skala hedonik 1-7 pada 16 panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Dalam 1000 mL formula, WOKABU berbahan segar, tepung, dan formula komersial memiliki densitas energi sekitar 1 kkal/mL, dengan kandungan energi masing-masing 997,8 kkal, 945,7 kkal, dan 1000 kkal. Formula berbahan segar menunjukkan karakteristik fisik yang lebih sesuai untuk formula enteral, yaitu viskositas 41,97 cP, daya alir 0,74 cc/detik, dan osmolalitas 308 mOsm/kg, dibandingkan formula berbahan tepung yang memiliki osmolalitas lebih tinggi (551 mOsm/kg). Hasil uji organoleptik menunjukkan perbedaan signifikan pada seluruh parameter (p<0,05), dengan tingkat penerimaan formula berbahan segar lebih baik dibandingkan formula berbahan tepung. Simpulan: Formula Enteral WOKABU berbahan segar memiliki karakteristik gizi, mutu fisik, dan tingkat penerimaan yang lebih baik dibandingkan formula berbahan tepung serta paling mendekati formula komersial sehingga berpotensi menjadi alternatif formula enteral lokal bagi pasien gagal jantung.