Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Serat berbasis Pangan Lokal Labu Kuning, Kacang Merah, dan Putih Telur Ayam (LABUCA) untuk Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Salwa Yumna Muthiah; Karisma Larasati Adelia Prayogi; Nahidah Ulya Maulidia; Inggit Tri Herawati; Mutiara Maharani; Zulia Setiyaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang memerlukan pengaturan makan dan terapi nutrisi yang tepat untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah. Formula enteral berbasis pangan lokal seperti kacang merah, labu kuning, dan putih telur berpotensi menjadi alternatif formula enteral bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua jenis formula, yaitu formula segar dan formula kering. Pengujian dilakukan terhadap kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, dan organoleptik menggunakan 15 panelis semi terlatih. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Formula segar memiliki kandungan energi 927,5 kkal dan formula kering 973,0 kkal dalam 1000 ml. Hasil uji menunjukkan daya alir formula segar sebesar 1 ml/detik dan formula kering 1,16 ml/detik. Nilai viskositas formula segar dan formula kering masing-masing sebesar 63,87 cP dan 72,3 cP, sedangkan osmolalitas formula segar sebesar 414 mOsm/kg dan formula kering sebesar 220 mOsm/kg. Hasil organoleptik menunjukkan formula segar lebih disukai panelis dibandingkan formula kering. Simpulan: Formula enteral berbasis kacang merah, labu kuning, dan putih telur berpotensi sebagai alternatif formula enteral untuk penderita Diabetes Mellitus tipe 2, terutama formula segar yang memiliki karakteristik fisik dan daya terima lebih baik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Anemia dan Asupan Fe dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Kota Surakarta Mutiara Maharani; Listyani Hidayati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 2 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i2.2489

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang dapat berkaitan dengan pengetahuan mengenai anemia dan kecukupan asupan zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mengenai anemia dan asupan Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel penelitian terdiri atas 204 siswi yang diambil menggunakan teknik multistage cluster random sampling. Pengetahuan mengenai anemia diukur menggunakan kuesioner 27 pertanyaan, sedangkan asupan Fe diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 52,9% responden memiliki pengetahuan kurang, 45,1% memiliki asupan Fe tidak mencukupi, dan 27,0% mengalami anemia. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai anemia dan kejadian anemia (p=0,001; OR=3,176; 95% CI: 1,617–6,241), serta antara asupan Fe dan kejadian anemia (p=0,023; OR=2,064; 95% CI: 1,101–3,867). Peningkatan pengetahuan mengenai anemia dan pemenuhan kebutuhan Fe perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri.