Alifia Maharani Ivan
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Formula "NEBULA" berbasis Ubi Ungu (Ipomoea batatas) dan Sari Kedelai (Glycine max) untuk Penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Rifqi Fauziyaha; Alifia Maharani Ivan; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus sehingga dapat merusak lapisan mukosa esofagus. Asupan serat yang tinggi diketahui dapat menurunkan frekuensi refluks pada penderita GERD. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan pangan lokal tinggi serat menjadi salah satu upaya dalam pengelolaan GERD. Salah satu bentuk pengembangannya adalah Formula Enteral Ubi Ungu dan Sari Kedelai (NEBULA), yaitu formula enteral berbasis bahan pangan lokal yang tersusun dari ubi ungu dan sari kedelai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi antara ubi ungu dan sari kedelai terhadap kandungan nutrisi, karakteristik fisik (daya alir, viskositas, osmolalitas, dan warna), serta uji organoleptik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain eksperimental (true experimental design). Metode yang digunakan meliputi analisis kandungan gizi menggunakan software Nutrisurvey 2007, uji daya alir menggunakan selang NGT ukuran 14 Fr, uji viskositas menggunakan alat viskometer, uji osmolalitas menggunakan alat osmometer, uji warna menggunakan alat colorimeter, dan uji organoleptik menggunakan metode hedonik. Analisis statistik dilakukan dengan software SPSS 21 menggunakan uji one way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa densitas energi NEBULA 3 (1,1) kkal.mL) lebih tinggi dibandingkan formula NEBULA 1 (1 kkal/mL) dan NEBULA 2 (1,05 kkal/mL). Hasil uji daya alir menunjukkan formula komersial (5,26 cc/detik) mengalir lebih cepat dibandingkan formula NEBULA 1 (0,5 cc/detik), NEBULA 2 (0,9 cc/detik), dan NEBULA 3 (tidak terdeteksi). Uji viskositas NEBULA 3 (1171,5 cP) lebih tinggi dibandingkan NEBULA 1 (265,5 cP) dan NEBULA 2 (229,7 cP), formula komersial tidak terdeteksi viskositasnya. Uji osmolalitas menunjukkan NEBULA 3 (543 mOsm/kg) yang tertinggi dan formula komersial (418 mOsm/kg) yang terendah. Uji warna menunjukkan perbedaan signifikan antara formula NEBULA dengan formula komersial. Uji organoleptik menunjukkan secara keseluruhan formula NEBULA agak disukai. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah NEBULA 2 memiliki hasil terbaik pada uji mutu fisik dan diterima secara hedonik dibandingkan NEBULA 1 dan NEBULA 3. Sehingga formula NEBULA 2 direkomendasikan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.