Rahmat Wisudawanto
Universitas Sahid Surakarta, Surakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementing public relations strategies in digital nutrition communication: Evidence from MTATV Bima Soultan Ilyas; Esfandani Peni Indreswari; Rahmat Wisudawanto
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/w2zwg391

Abstract

The rapid growth of social media has encouraged broadcasting institutions to utilize Instagram as a communication medium for disseminating health information to the public. This study aims to analyze the public relations communication strategy employed by MTATV Surakarta in promoting the Saatnya Wanita Berbicara program, particularly the Sehat dan Gizi episode, through Instagram from the perspective of Rosady Ruslan's public relations strategy framework. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach, using observation, interviews, documentation, and Miles and Huberman's interactive data analysis. The findings indicate that MTATV's public relations department implemented operational, persuasive and educational, cooperative, coordinative and integrative, and social responsibility strategies in an integrated manner, thereby expanding the dissemination of information while enhancing public health education. The novelty of this study lies in its analysis of the implementation of public relations communication strategies within an Islamic broadcasting institution in utilizing Instagram as a medium for nutrition education through Rosady Ruslan's public relations strategy framework. Abstrak Perkembangan media sosial mendorong lembaga penyiaran memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi humas MTATV Surakarta dalam menyosialisasikan program Saatnya Wanita Berbicara episode Sehat dan Gizi melalui Instagram berdasarkan perspektif Rosady Ruslan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas MTATV telah mengimplementasikan strategi operasional, persuasif dan edukatif, kerja sama, koordinatif dan integratif, serta tanggung jawab sosial secara terpadu sehingga mampu memperluas penyebaran informasi sekaligus meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasi strategi komunikasi humas media penyiaran berbasis dakwah dalam memanfaatkan Instagram sebagai media edukasi gizi melalui pendekatan strategi humas Rosady Ruslan.
Adaptive communication strategies for sustaining public political participation: Lessons from the 2024 Surakarta regional election Djayanti Poetria Handayaningsih; Rahmat Wisudawanto; Dyah Retno Pratiwi
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/g4ds0p06

Abstract

Communication strategies implemented by election management bodies play a crucial role in sustaining voter participation. However, previous studies have primarily focused on voter outreach activities or the utilization of digital media without integrating the entire communication strategy process with SWOT analysis. This study aims to analyze the communication strategy of the General Election Commission (Komisi Pemilihan Umum [KPU]) of Surakarta City in sustaining voter participation during the 2024 Regional Head Election. A descriptive qualitative approach was employed using interviews, observations, and document analysis, with the data analyzed through the interactive model. The findings indicate that the communication strategy was implemented through the stages of research, planning, execution, measurement, and reporting, supported by systematic planning, multi-stakeholder collaboration, and the effective use of digital media. Nevertheless, its implementation continues to face challenges related to low social media engagement, disparities in digital literacy, and the spread of disinformation. The SWOT analysis demonstrates that sustaining voter participation depends on the organization's ability to adaptively integrate internal strengths with external opportunities. This study contributes to the literature on election communication strategies by integrating the stages of communication strategy with SWOT analysis. Abstrak Strategi komunikasi penyelenggara pemilu berperan penting dalam mempertahankan partisipasi pemilih. Namun, penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada pelaksanaan sosialisasi atau pemanfaatan media digital tanpa mengintegrasikan keseluruhan tahapan strategi komunikasi dengan analisis SWOT. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta dalam mempertahankan partisipasi pemilih pada Pilkada Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi diimplementasikan melalui tahapan research, planning, execution, measurement, dan reporting yang didukung oleh perencanaan yang sistematis, kolaborasi multipihak, serta pemanfaatan media digital. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya tingkat keterlibatan pada media sosial, kesenjangan literasi digital, dan penyebaran disinformasi. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keberhasilan mempertahankan partisipasi pemilih bergantung pada kemampuan organisasi mengintegrasikan kekuatan internal dengan peluang eksternal secara adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian strategi komunikasi pemilu melalui integrasi tahapan strategi komunikasi dengan analisis SWOT.
Power relations, institutional violence, and the potential for social change: A study of D.P. Season 2 Teza Ramananda Febriana; Rahmat Wisudawanto; Erwin Kartinawati
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 1 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/41p6e237

Abstract

Power relations and institutional violence are frequently represented symbolically in audiovisual media, yet studies linking such representations to their potential for social change remain limited. This study aims to analyze the representation of power relations in D.P. Season 2 and evaluate its strategic potential to promote social change. A qualitative approach was employed using Roland Barthes' semiotic analysis of five representative scenes, followed by a SWOT-based evaluation. The findings reveal that D.P. Season 2 represents power relations through structural violence, information manipulation, gender discrimination, and legal injustice legitimized by a hierarchical institutional culture. The SWOT evaluation indicates that these representations have considerable potential to foster public critical awareness, despite limitations in media representation and institutional resistance. This study contributes by integrating semiotic analysis with strategic evaluation to explain the relationship between media representation, power relations, and social change. Abstrak Relasi kekuasaan dan kekerasan institusional kerap direpresentasikan secara simbolik dalam media audiovisual. Namun, kajian yang menghubungkan representasi tersebut dengan potensi perubahan sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi relasi kekuasaan dalam D.P. Season 2 serta mengevaluasi potensi strategisnya dalam mendorong perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes terhadap lima adegan representatif yang kemudian dievaluasi menggunakan kerangka SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D.P. Season 2 merepresentasikan relasi kekuasaan melalui kekerasan struktural, manipulasi informasi, diskriminasi gender, dan ketidakadilan hukum yang dilegitimasi oleh budaya hierarkis institusi. Evaluasi SWOT memperlihatkan bahwa representasi tersebut memiliki kekuatan dalam membangun kesadaran kritis masyarakat, meskipun masih menghadapi keterbatasan representasi serta resistensi institusional. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan analisis semiotika dan evaluasi strategis untuk menjelaskan hubungan antara representasi media, relasi kekuasaan, dan perubahan sosial.