Dion Mart Silaban
Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hambatan Internal yang Dihadapi Guru BK dalam Pelaksanaan Layanan Informasi di SMA N 2 Singkep Dion Mart Silaban; Ninil Elfira; Rully Andi Yaksa
Siber Nusantara of Education and Sport Review Vol. 2 No. 1 (2025): Siber Nusantara of Education and Sport Review (October 2025 - March 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snesr.v2i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan internal yang dihadapi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam pelaksanaan layanan informasi di SMA Negeri 2 Singkep. Layanan informasi merupakan bagian penting dari bimbingan dan konseling yang berperan dalam membantu siswa memperoleh pemahaman tentang pendidikan, karier, maupun perkembangan pribadi. Namun, pelaksanaannya sering menemui berbagai kendala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian satu orang guru BK di SMA Negeri 2 Singkep. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan internal yang dialami guru BK meliputi keterbatasan kompetensi teknis, peran ganda dan beban kerja berlebih, keterbatasan sarana pendukung, serta jumlah guru BK yang tidak sebanding dengan jumlah siswa. Hambatan tersebut berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan layanan informasi. Adapun upaya yang dilakukan guru BK untuk mengatasi hambatan antara lain evaluasi layanan, meningkatkan kompetensi profesional, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah agar tidak diberikan tugas rangkap dan menambah tenaga guru BK. Pelaksanaan layanan informasi di SMA Negeri 2 Singkep belum berjalan optimal karena hambatan internal yang cukup kompleks. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah, peningkatan kompetensi guru BK, serta penyediaan sarana pendukung yang memadai agar layanan informasi dapat berjalan efektif dan berkontribusi pada perkembangan siswa.