Cut Aulia Zahra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Minum Berpemanis dengan Kejadian Sindrom Premenstruasi pada Dewasa Muda Cut Aulia Zahra
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i2.14460

Abstract

Abstrak: Saat ini ada jenis minuman baru yang sudah terkenal dan sering dikonsumsi oleh remaja khususnya pelajar yaitu Sugar-Sweetened Beverages (SSB). Minuman Manis adalah minuman kemasan dengan tambahan pemanis sebagai bahan minuman dengan kandungan gizi yang sedikit. Minuman yang termasuk minuman manis adalah minuman ringan atau minuman ringan, minuman olahraga, minuman rasa buah, minuman energi, minuman teh manis dan kopi (yang mengandung pemanis), susu manis, minuman jus buah pabrikan, dan minuman pengganti elektrolit. Dewasa awal (Dewasa Muda) adalah periode transisi dari remaja ke dewasa. Pemuda adalah istilah sosiolog Kenneth Kenniston (dalam Santrock, 2002), untuk masa transisi antara remaja dan dewasa yang merupakan periode perpanjangan sementara kondisi ekonomi dan pribadi. Mahasiswa adalah individu yang berada pada fase dewasa awal, yaitu pada rentang usia 18 tahun ± 40 tahun. Sindrom pramenstruasi adalah kumpulan gejala akibat perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasi dan ovulasi. Sindrom pramenstruasi adalah kombinasi dari gejala yang terjadi sebelum menstruasi dan menghilang dengan perdarahan menstruasi, dan dialami oleh banyak wanita sebelum timbulnya setiap siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kebiasaan minum manis dan kejadian sindrom pramenstruasi pada orang dewasa muda. Metode penelitian ini adalah non eksperimental analitik dengan desain penelitian cross sectional, metode pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Data penelitian ini diperoleh dari data primer dengan menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakan Chi Square Fisher Exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian sindrom pramenstruasi paling banyak dialami oleh 54 responden (56,9%) dengan frekuensi gejala ringan. Hasil analisis bivariat hubungan antara asupan minuman manis dengan kejadian sindrom pramenstruasi adalah p= 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan asupan minuman manis dan kejadian sindrom pramenstruasi pada orang dewasa muda.