Yanti
STKIP Paris Barantai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT BAJAU DI RAMPA CENGAL:KAJIAN TRADISI MARITIM DAN KEARIFAN LOKAL Yanti
SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, dan Budaya Vol 1 No 1 (2026): SEMIORA: Jurnal Bahasa, Semiotika, dan Budaya
Publisher : LPPM STKIP Paris Barantai Kotabaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas budaya masyarakat Bajau di Rampa Cengal, Kabupaten Kotabaru, melalui kajian tradisi maritim dan kearifan lokal yang masih dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, nelayan, perempuan, pemuda, dan masyarakat Bajau. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya masyarakat Bajau dibangun melalui hubungan yang erat dengan laut sebagai ruang kehidupan, sumber ekonomi, dan simbol budaya. Tradisi Selamatan Leut Bajau Sammah berfungsi sebagai sarana reproduksi budaya yang memperkuat solidaritas sosial dan pewarisan nilai budaya antargenerasi. Bahasa Bajau tetap dipertahankan sebagai penanda identitas etnik meskipun menghadapi pengaruh globalisasi dan dominasi bahasa Indonesia. Selain itu, masyarakat Bajau memiliki kearifan lokal maritim berupa pengetahuan tradisional mengenai cuaca, arah angin, arus laut, dan musim penangkapan ikan yang diwariskan secara turun-temurun. Modernisasi tidak menghilangkan identitas budaya masyarakat Bajau, tetapi mendorong terjadinya adaptasi budaya melalui proses negosiasi antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan identitas budaya masyarakat Bajau di Rampa Cengal ditopang oleh tradisi maritim, bahasa, kearifan lokal, dan nilai-nilai kolektif yang diwariskan dalam kehidupan komunitas.