Sofiansyah Sofiansyah
Universitas Tulang Bawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SAPI KERBAU ANDALAN NEGERI (SIKOMANDAN) DI UPT PUSKESWAN MERBAU MATARAM KECAMATAN MERBAU MATARAM KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Sofiansyah Sofiansyah; Anwar Anwar; Suhaimi Suhaimi
JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik Vol. 2 No. 4 (2025): JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
Publisher : PT. Inovasi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67980/xgyg6667

Abstract

Peternak sapi dan kerbau adalah  hal yang penting bagi  bangsa Indonesia untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan khususnya pangan, mengingat potensi sumber daya yang tersedia. Sektor peternakan memiliki peranan penting dalam mewujudkan bangsa yang sejahtera dalam bidang perekonomian dan ketahanan pangan. Kebutuhan pangan dapat tercukupi, salah satunya dengan sumber hewani atau hasil ternak. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui Implementasi Pelayanan Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) yang diberikan oleh petugas UPT Puskeswan Kecamatan Merbau Mataram selama ini. Penelitian Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap key informan dan informan, dengan analisis data kualitatatif. Implementasi Program ini dilakukan dengan melaksanakan pelayanan Inseminasi Buatan  gratis dalam upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau. Peternak sapi dan kerbau di wilayah Kecamatan Merbau Mataram dapat mengakses kegiatan ini dengan menghubungi inseminator di wilayah masing-masing, maupun datang langsung ke kantor UPT Puskeswan Kecamatan Merbau Mataram. Untuk mencapai tujuan dimaksud, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Kendala yang dihadapi selama berjalannya Program SIKOMANDAN antara lain letak geografis wilayah Kecamatan Merbau Mataram yang beberapa sulit dijangkau terutama pada musim hujan, kemudian kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia, kemampuan peternak dalam menggunakan gadget dan seringnya gangguan pada aplikasi pelaporan yang sering membuat keterlambatan pelaporan.