Aronsonia Aimbu
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEDIA SOSIAL GEREJA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMPERKUAT SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA GENERASI Z Stela Ester Kalalo; Tri Putri Chentami Lumi; Carter Abraham Alehendrie Senduk; Aprilia Gloria Wehantow; Aronsonia Aimbu
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v3i1.704

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z, termasuk dalam memperoleh informasi dan pemahaman keagamaan. Di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan berupa penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, dan informasi yang tidak terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Pendidikan Agama Kristen melalui media sosial gereja dalam menanamkan nilai moderasi beragama pada Generasi Z melalui penguatan sikap toleransi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan dengan Pendidikan Agama Kristen, media sosial gereja, moderasi beragama, dan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial gereja dapat dimanfaatkan sebagai sarana Pendidikan Agama Kristen yang efektif melalui penyebaran konten edukatif, pembinaan iman, serta pembentukan komunitas digital yang mendukung penguatan sikap toleransi. Selain memiliki peluang yang besar dalam menjangkau Generasi Z, pemanfaatan media sosial juga menghadapi tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, gereja perlu mengembangkan pelayanan digital yang kreatif, edukatif, dan berorientasi pada nilai kasih serta penghormatan terhadap keberagaman guna mendukung penguatan moderasi beragama di kalangan Generasi Z.