p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANUSKRIPTA
Priscila Fitriasih Limbong
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Iluminasi dalam Naskah Betawi Koleksi Cohen Stuart di Perpustakaan Nasional RI Fiona Firdausa; Priscila Fitriasih Limbong
Manuskripta Vol 12 No 1 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i1.148

Abstract

The article explains the characteristics of illumination in Betawi manuscripts and reveals every culture that shows in it. The data used in this research is Betawi manuscript in Cohen Stuart’s collection (CS). This study uses documentation and literature review method to collect the data. Beside that, this research uses codicology method to analyze the characteristics of illumination in six Betawi manuscripts. The result of data analysis showed that there are three characteristics in Betawi manuscript’s illumination, which are (1) simplicity, (2) the illuminations are formed from a combination of floral and geometric patterns, and (3) the illuminations are made with certain colors, namely red, blue, yellow, and black. Those characteristics show several cultures that are stored in it, that are Betawi, Chinese, Arabic, and Indian cultures. It shows that, at that time, Chinese, Arabs, and Indians had contact with Betawinese. In addition, it also explains Betawinese’s egalitarian nature so that they can accept acculturation that happened in their culture. === Artikel ini menjelaskan karakteristik iluminasi naskah Betawi koleksi Cohen Stuart (CS) dan khazanah budaya yang terdapat di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian dilakukan dengan metode kodikologi untuk membahas karakteristik iluminasi di dalam enam naskah Betawi koleksi CS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga karakteristik yang terlihat dalam iluminasi-iluminasi tersebut, yaitu (1) bentuk iluminasi yang sederhana, (2) iluminasi dibentuk dari perpaduan motif floral dan motif geometris, dan (3) iluminasi dibuat dengan warna-warna tertentu, yakni merah, biru, kuning, dan hitam. Karakteristik-karakteristik tersebut mengungkap adanya beberapa khazanah budaya yang tersimpan di dalam iluminasi naskahnaskah Betawi koleksi CS, yaitu budaya Betawi, Cina, Arab, dan India. Hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Cina, Arab, dan India memiliki kontak dengan masyarakat Betawi pada masa itu. Selain itu, hal tersebut juga menjelaskan sifat egaliter yang dimiliki masyarakat Betawi sehingga dapat menerima terjadinya akulturasi di dalam budayanya.
Serat Baron Sakendher dalam Pusaran Naskah Babad: Negosiasi Kultural Penguasa Jawa Pascaperang Diponegoro 1830 Widodo Widodo; Titik Pudjiastuti; Priscila Fitriasih Limbong; Sudibyo Sudibyo
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.154

Abstract

This article discusses historical construction of Baron Sakendher manuscripts in the collection of Yogayakarta Sonobudoyo Museum. Serat Baron Sakendher (SBS) was written in the main frame of Babad Tanah Jawi. Various stories frame SBS distinctively based on each manuscript. This study proposes to explain the position of SBS in the Javanese authority domain under the Colonial—which was increasingly entrenched. The study used historical philological research methods, namely by selecting manuscripts and tracing their historical backgrounds to discuss the contents. The results point out that there are six manuscripts containing SBS stories. Four are included in the big frame of Babad Tanah Jawi, one is in Babad Selahardi, and one is in Pakem Ringgit. None of the six was written as a single stand; they were always integrated with the monumental Javanese genealogical story and believed by the Javanese people. As a means of cultural arrangement, stories in SBS are incorporated in the midst of Javanese legendary figures or rulers with different secondary stories. Conquest and cultural approach through genealogy pedigree are crucial in babad (chronicle stories). === Artikel ini membahas konstruksi historis naskah-naskah Baron Sakendher koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Naskah SBS ditulis dalam bingkai utama yakni naskah Babad Tanah Jawi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi naskah SBS dalam lingkaran kekuasaan Jawa di bawah bayang-bayang Kolonial yang semakin kuat mengakar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan metode penelitian filologi historis, yaitu pemilihan naskah, kemudian penelusuran latar belakang sejarah naskah untuk membahas isi teks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam naskah yang memuat cerita SBS. Empat naskah masuk dalam bingkai besar Babad Tanah Jawi satu naskah Babad Selahardi dan satu naskah masuk dalam bingkai Pakem Ringgit. Kelima naskah tidak ada yang ditulis berdiri tunggal tetapi, selalu menyatu dengan cerita genealogi Jawa yang monumental dan dipercaya kebenarannya oleh masyarakat Jawa. Sebagai sarana penataan kultural, cerita SBS dimasukan dalam lingkaran tokoh legenda penguasa Jawa dengan cerita penyerta yang berbeda-beda. Penaklukan dan pendekatan kultural melalui silsilah genealogi menjadi penting dalam cerita babad.